Eka Marlina, Nuhayati dan Yanti Maria Bungkam Usai Diperiksa

Iim dan Karyani Ngaku Ditanya Penyidik KPK Soal Apif

Kamis, 16 September 2021 - 05:52:46 WIB

Imaduddin, Kusnindar, Nurhayati dan Karyani Ahmad usai menjalani pemeriksa. (ist)
Imaduddin, Kusnindar, Nurhayati dan Karyani Ahmad usai menjalani pemeriksa. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Sejumlah saksi kembali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/9/2021) kemarin terkait kasus suap pengesahan RAPBD Jambi 2017-2018.

Ada 8 anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 yang diperiksa. Mereka adalah Eka Marlina, Nurhayati, Yanti Maria Susanti, Kusnindar, M Juber, Mesran, Karyani Ahmad dan Nasri Umar.

Kemudian empat saksi lainnya, yaitu Muhammad Imaduddin alias Iim; Direktur PT Athar Graha Persada, Basri; staff Logistik PT Athar Graha Persada, RD Shendy Hefria Wijaya; karyawan PT Athar Graha Persada, dan Mohammad Ikhwan Afdoli; PNS Satpol PP Provinsi Jambi.

BACA JUGA :Setengah Jam Diperiksa KPK, Iim Ngaku Ditanya Soal Apif

Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan ke 12 saksi diperiksa untuk tersangka Zainul Arfan, Wiwid Iswara, Fahrurrozi, Arrakhmat Eka Putra dan Paut Syakarin. Selain itu, kabarnya juga untuk Apif Firmansyah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi belum diumumkan secara resmi oleh KPK.

Saksi yang pertama kali selesai diperiksa adalah Muhammad Immaduddin alias Iim. Kepada wartawan, Iim mengaku diperiksa selama kurang lebih 30 menit.

"Tadi ditanya kurang lebih 10 pertanyaan. Saya ditanya soal Apif Firmansyah. Kalau kenal ya kenal, kenal sebagai teman saja," katanya.

 Dalam persidangan kasus ini sebelumnya, terungkap Iim memiliki peran penting dalam kasus suap pengesahan RAPBD 2017. Dia menjadi koordinator membantu Apif Firmansyah membagi bagikan uang suap untuk anggota DPRD Provinsi Jambi.

BACA JUGA : Giliran 11 Saksi Digarap KPK Hari Ini

Salah satu anggota dewan yang disebut Iim menerima jatah uang ketok palu tersebut adalah Rahima, istri mantan Gubernur Jambi Fachrori Umar. Bahkan keduanya sudah dikonfrontir dalam persidangan. Menurut Iim uang untuk Rahima diantar sendiri sebanyak Rp 200 juta. Namun Rahima membantah keterangan Iim tersebut.

Saksi lainnya, Anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019, Kusnindar. Dia mengaku kenal dengan semua tersangka yang ditetapkan KPK, yakni Farurrozi, Arrakhmat Eka Putra, Wiwit Iswara, dan Zainul Arfan karena sesama anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

Selain itu, Kusnindar juga mengaku kenal dengan tersangka lainnya, Paut Syakarin, yang juga sudah ditahan. Begitu juga dengan Apif Firmansyah.

"Kenal galo dengan tersangka. Paut kawan lamo," ujarnya.

Mengenai uang suap "ketok palu" yang diterimanya, Kusnindar mengaku belum seluruhnya dikembalikan.

"Masih ada sekitar Rp 300 juta belum," katanya.

Dalam persidangan sebelumnya terungkap, Kusnindar juga memiliki peran penting dalam kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017.

Kusnindar merupakan salah seorang yang membantu Iim membagikan uang suap yang dikumpulkan dari sejumlah pengusaha, kepada kepada rekannya sesama anggota dewan.

Salah satu pengakuan Kusnindar di persidangan adalah dia membagikan uang suap Rp 200 juta untuk Hillallatil Badri, yang saat kasus ini terjadi (2017) tengah siap siap maju di Pilkada Sarolangun sebagai calon wakil Bupati.

Menurut Kusnindar, uang tersebut dia bagikan dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 100 juta dan tahap ke dua Rp 100 juta. Kusnindar dan Hilal juga sudah dikonfrontir hakim dalam persidangan.

Kusnindar menjalaskan secara rinci kronologis dan lokasi dia menyerahkan uang jatah Hilal. Namun, Hilal membantah keterangan Kusnindar tersebut. Hilal mengaku tidak pernah menerima jatah uang suap ketok palu RAPBD 2017.

Dia berdalih ketika itu sudah mundur dari dewan karena maju di Pilkada Sarolangun. Mantan anggota dewan lainnya, Karyani mengaku ditanyai penyidik KPK seputar Paut Syakarin dan Apif Firmansyah.

"Saya diperiksa sebagai saksi untuk pak Paut Syakarin," katanya saat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.35 WIB. "Saya tidak kenal sama sekali," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Karyani juga mengaku ditanya soal Apif Firmansyah, orang dekat mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Menurut Karyani, Apif yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2019-2024, juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Saya juga ditanya kenal atau tidak sama pak Apif. Saya tahu dia dekat sama pak Zola," katanya.

Sebelumnya,  Eka Marlina, anggota DRPD Provinsi 2014-2019 yang juga diperiksa berusaha menghindari wartawan usai diperiksa. Dia diminta keterangan bersama dua rekannya Nurhayati, dan Yanti Maria Susanti.

Ketiganya tiba di Mapolda Jambi untuk menjalani pemeriksaan sekira pukul 12.00 WIB. Usai menjalani pemeriksaan, Eka Marlina enggan memberikan komentar. Dia berusaha menghindari wartawan dengan alasan mau ke toilet.

Politisi PKB itu diduga kabur setelah wartawan kembali ke dekat ruang pemeriksaan untuk menunggu saksi lainnya selesai diperikasa.

"Di toilet kosong, tidak ada orang," kata salah seorang petugas kebersihan di Polda Jambi.

Sementara, Nurhayati, politisi Demokrat dan Yanti Maria dari Gerindra juga enggan berkomentar saat ditanyai wartawan usai menjalani pemeriksaan sekira pukul 14.30 WIB.

"Tanya saja sama penyidik. Saya tidak terima apapun," kata Yanti Maria. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA