Edi Zulkarnaen Ngaku Diperiksa Sebagai Saksi Untuk Apif

Ipar Mantan Gubernur Jambi Mangkir Dari Panggilan KPK Sebagai Saksi

Selasa, 14 September 2021 - 06:25:13 WIB

Joe Fandy alias Asiang, Direktur Utama PT Sumber Swarnanusa dan istrinya, Lily selaku Komisaris PT Chalik Suleiman Bersaudara usai menjalani pemeriksaan KPK di Mapolda Jambi, Senin (13/9/2021). (ist)
Joe Fandy alias Asiang, Direktur Utama PT Sumber Swarnanusa dan istrinya, Lily selaku Komisaris PT Chalik Suleiman Bersaudara usai menjalani pemeriksaan KPK di Mapolda Jambi, Senin (13/9/2021). (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Sejumlah saksi dari pihak swasta dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/9/2021) kemarin. Pemeriksaan dilakukan di Mapolda Jambi.

Sebanyak 16 orang saksi dipanggil oleh penyidik KPK terkait kasus suap pengesahan Rancangan APBD Jambi Tahun Anggaran 2017. Dari 16 saksi yang dipanggil, satu orang mangkir yakni Ismail Ibrahim yang merupakan ipar dari mantan Gubernur Jambi, Fachrori Umar.

Sementara 15 saksi lainnya memenuhi panggilan. Meraka adalah Hardono alias Aliang dari pihak swasta, Hendri selaku karyawan swasta/Direktur Utama PT Sinar Utama Indah Lestari Abadi, Ali Tonang alias Ahui selaku Direktur PT Chalik Suleiman Bersaudara, Joe Fandy alias Asiang (Direktur Utama PT Sumber Swarnanusa), Lily selaku Komisaris PT Chalik Suleiman Bersaudara.

BACA JUGA : Aliang, Ateng, Akeng, Hingga Adik Ipar Mantan Gubernur Jambi Dipanggil KPK

Kemudian ada Lina selaku Direktur PT Sumber Swarnanusa selanjutnya karyawan swasta Norman Robert, Rudy Lidra Amidjaja Direktur Utama PT Rudy Agung Laksana, Andi Putra Wijaya Direktur Utama PT Air Tenang, Kendrie Aryon alias Akeng selaku Direktur Utama PT Perdana Lokaguna, Edi Zulkarnaen Direktur PT Fadli Satria Jepara, Chandra Ong alias Abeng selaku kontraktor.

Selain itu Hendry Attan (Direktur PT Artha Mega Sentosa, Musa Effendi selaku pemilik CV Berkat Usaha Lestari, dan Yosan Tonius alias Atong selaku Direktur Utama PT Wahyunata Arsita .

Norman Rebert bersama Lina Direktur PT Sumber Swarnanusa terlihat datang dan bersama memasuki ruang pemeriksaan. Sekitar 1,5 jam, mereka baru keluar dari ruang penyidikan.

Saksi lainnya, Andi Putra Wijaya, Direktur Utama PT Air Tenang usai menjalani pemeriksaan mengaku dirinya diperiksa sebagai saksi Paut Syakarin, pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Dia menjalani pemeriksaan kurang lebih 1 jam. "Ada sekitar 10 pertanyaan," katanya.

Selanjutnya, Rudy Lidra Amidjaja Direktur PT Rudy Agung Laksana keluar dari ruang pemeriksaan berlari meninggalkan gedung Mapolda Jambi untuk menghindari awak media.
Sambil berjalan dia menyampaikan kedatangannya untuk menjadi saksi tersangka Paut Syakarin.

Berbeda dengan saksi lain, Edi Zulkarnaen, Direktur PT Fadli Satria Jepara usai diperiksa penyidik mengaku diperiksa sebagai saksi dari tersangka Apif Firmansyah.

Namun, seperti diketahui, KPK belum mengumumkan secara resmi soal status Apif dalam kasus ini. Setelahnya, Joe Fandy alias Asiang Direktur Utama PT Sumber Swarnanusa dan Lily Komisaris PT Chalik Suleiman Bersaudari keluar dari ruang penyidikan KPK.

Asiang yang sudah menjalani hukuman atas kasus ini menyampaikan dirinya dipanggil masih atas kasus lama dugaan suap RAPBD 2017. Saksi lainnya hadir Hendry Attan alias Ateng Direktur PT Artha Mega Sentosa. (*/IMC01)



BERITA BERIKUTNYA