Mael dan Belasan Saksi Lain Ditanya Soal Peran Tersangka Apif dkk

Jumat, 06 Agustus 2021 - 07:30:51 WIB

Ismail Ibrahim alias Mael usai diperiksa di Polda Jambi. (ist)
Ismail Ibrahim alias Mael usai diperiksa di Polda Jambi. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan para saksi kasus suap pengesahaan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2017- 2018, Kamis (5/8/2021) kemarin. 

Setidaknya, ada 11 orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan untuk enam tersangka, Apif Firmasyah, Paut Syakarin, Fachrurozi, Wiwit Iswara, Arrakhmat Eka Putra, dan Zainul Arfan. 

Pemeriksaan dilakukan di salah satu ruangan lantai 2 Gedung Mapolda Jambi, mulai pukul 10.00 Wib. Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan saksi yang dipersika di Polda Jambi adalah sejumlah pengusaha, Anggota DPRD Provinsi Jambi dan ASN. 

"11 orang saksi yang dimintai keterangan tindak pidana korupsi suap R-APBD Jambi Tahun 2018, dengan tersangka Fachrulrozi dan kawan-kawan," ungkapnya. 

Adapun 11 saksi tersebut yakni, tiga orang pengusaha atas Ismail Ibrahim alias Mael Bungo, Hardono alias Aliang, dan Hendri. Namun, usai pemeriksaan ketiganya kompak bungkam saat ditanya wartawan.  

Informasi yang diperoleh, Mael, Hendri dan Aliang dimintai keterangan sebagai saksi untuk Apif Firmasyah Cs. Penyidik menggali informasi sejauh mana hubungan ketiganya dengan Apif. 

Lalu 5 orang anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014- 2019 atas nama Hasyim Ayub, Agus Rama, Mesran, Luhut Silaban dan Kusnindar. Dua orang ASN yakni Amidy dan Hendri Ariadi, serta seorang ibu rumah tangga Ismoyati, istri tersangka Wiwit Iswara. 

Ismoyati keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun dia enggan berbicara kepada awak media. Perempuan berjilbab itu turun dari Lantai II Gedung Lama, Mapolda Jambi. 

Dia langsung menghindar dari wartawan dan menuju mobilnya. Kuasa hukum Wiwid Iswara, Ilham Kurniawan mengatakan istri kliennya diperiksa sebagai saksi.  

"Benar, ibu Ismoyati diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, untuk Paut Syakarin dan Apif Firmansyah, " ungkapnya.

Sementara Agus Rama, anggota DPRD Provinsi Jambi, Periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Amanat Nasional mengaku dicecar 10 pertanyaan oleh penyidik. 

"Kurang lebih ada 10 pertanyaan terkait dengan Apip Firmansyah, Paut Syakarin dan Fakhurrozi, " katanya.

Anggota dewan lainnya, Hasyim Ayub juga mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Apif Firmansyah. "Untuk tersangka Apif," ujarnya saat ditanya wartawan.

Sementara itu, Mantan Asisten III Provinsi Jambi, Saipudin yang juga terpidana dalam kasus suap ketok Palu RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2017- 2018, mengaku mendapat pertanyaan seputar hubungannya dengan 6 orang tersangka lain. 

"Ditanya seputar hubungan dengan Apif dan kawan-kawan. Banyak pertanyaan yang saya tidak tau, tetapi kalau dipanggil penyidik ya kita harus datang. Ditanya soal yang (RAPBD) tahun 2017. Saya tidak tau karena waktu itu saya masih menjabat sebagai Kepala Dinas," ujarnya yang selesai diperiksa pukul 15.45 WIB.

Kusnindar menjadi orang terakhir yang di periksa KPK mengaku mendapat ratusan pertanyaan dari penyidik.

“Kalau pertanyaan dari penyidik ada ratusan. Berkas yang harus saya tanda tangani juga sangat banyak. Tadi ditanya mengenai kedekatan saya dengan Apif Cs. Saya mengakui berteman baik dengan Apif dan teman-teman yang lain. Tapi kalau dengan Paut Syakarin itu saya tidak kenal. Tidak jauh dari pertanyaan yang dulu-dulu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, penetapan Apif sebagai tersangka mencuat pada 15 Juli 2021 lalu. Informasi ini diketahui dari pemeriksaan dua dari empat tersangka kasus suap RAPBD yang kini sudah ditahan KPK, yakni Wiwid Iswhara (WI) dan Arrakhmat Eka Putra (AEP). Kabarnya, keduanya telah diperiksa sebagai saksi untuk berkas Apif.

Sementara Paut Sakarin sudah lama santer disebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ini diketahui dari surat panggilan saksi saat diperiksa di Polda Jambi November 2020 lalu. Namun sampai saat ini belum diumumkan secara resmi oleh KPK. (*) 



BERITA BERIKUTNYA