PPKM Level IV Diperpanjang Hingga 10 Agustus, Begini Aturannya

Kamis, 05 Agustus 2021 - 07:46:33 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Kota Jambi sebelumnya masuk dalam daftar daerah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV. Segala kegiatan masyarakat dibatasi. 

Terkait hal ini, Pemerintah Kota Jambi kembali mengeluarkan intruksi Wali Kota Jambi Nomor 17/INS/VII/HKU/2021 tanggal 3 Agustus 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Erwandi mengatakan, Instruksi Wali Kota Jambi tersebut merupakan aturan turunan pelaksana dan amanat dari instruksi mendgari.

Dalam instruksi tersebut beberapa hal yang diatur. Diantaranya resepsi pernikahan dilarang digelar, termasuk kegiatan adat saat lamaran. 

Sementara akad pernikahan diizinkan dilaksanakan di KUA Kecamatan maksimal dihadiri 10 orang. Sedangkan di rumah ibadah maksimal 30 orang termasuk calon pengantin, penghulu dan pihak keluarga. 

"Intruksi Walikota terbaru berlaku hingga 10 Agustus mendatang,” kata Erwandi, Rabu (4/8/2021).

Dia menyebutkan, kegiatan hiburan malam seperti Bar, Pub, Club dan Karaoke juga ditutup sementara hingga tanggal 10 Agustus 2021. Untuk Karaoke keluarga dapat diizinkan beroperasi sampai batas waktu hingga pukul 17.00 Wib dengan aturan prokes ketat. 

“Termasuk tempat olahraga di dalam ruangan seperti gym, senam, biliard, futsal, badminton dibatasi hingga pukul 17.00 Wib. Warnet, rental PS juga begitu. Dengan batasan pengunjung 25 persen,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan makan minum di tempat umum seperti rumah makan, kafe, PKL, UMKM, pecel lele, bandrek, martabak, sate, dan sejenisnya kapasitas pengunjung hanya 25 persen. Jam operasional hingga pukul 20.00 Wib dan diberikan waktu maksimum 30 menit terhitung setleah hidangan disajikan.

“Warteg, PKL, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan prokes ketat. Rumah makan dan kafe skala kecil dengan lokasi sendiri, dapat makan di tempat dengan kapasitas 25 persen sampai pukul 20.00 wib dan menerima takw away sampai pukul 21.00 Wib,” jelasnya.

Selain itu juga diatur mengenai pasar tradisional, PKL, toko kelontong, agen, pangkas rambut , barbershop, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung atau unggas, pasar buah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan dan lainnya diizinkan buka dengan prokes ketat hingga pukul 20.00 Wib. 

“Untuk area publik di Kota Jambi ditutup sementara waktu. Kegiatan olahraga atau pertandingan diperbolehkan dengan tanpa penonton,” tambahnya.

Mengenai pengawasan di lapangan, menurut Erwandi tetap dilakukan Satgas tingkat Kecamatan, Kelurahan, Kota maupun RT. Disinggung mengenai keefektifan pengawasan dilapangan lemah, Erwandi menyebutkan hal ini tidak melulu diserahkan ke pemerintah.

“Tetap ada pengawasan. Namun, efektif atau tidak efektif, tentu ini bukan soal pemerintah saja. Perlu kesadaran masyarakat sendiri, khususnya warga Kota Jambi,” ungkapnya. (IMC01) 



BERITA BERIKUTNYA