IMCNews.ID, Jambi - Udang belalang mendominasi ekspor produk perikanan di Jambi pada bulan Mei dengan jumlah udang yang dikirim mencapai 211.400 ekor.
"Udang belalang masih mendominasi ekspor produk perikanan di Jambi dengan jumlah pengiriman sebanyak 215 kali, dengan nilai ekspor Rp16,20 miliar" kata Kasi Pengawasan, Pengendalian, Data dan Informasi (Wasdalin) BKIPM) Jambi Paiman.
Di urutan kedua yakni ekspor ikan cupang, dimana pada bulan Mei terdapat 5.148 ekor ikan cupang yang di ekspor dengan nilai Rp6,38 miliar. Kemudian Ikan Tali-tali, Seluang dan Ikan Guppy dengan nilai ekspor masing-masing yakni Rp56,56 juta, Rp37,89 juta dan Rp8,43 juta.
BACA JUGA : Harga Sawit Jambi Kembali Merosot
Ekspor domestik produk perikanan tersebut sebagian besar transit ke Jakarta. Di Jakarta udang belalang tersebut selanjutnya diekspor ke luar negeri seperti China, Hongkong, Singapura dan negara-negara lainnya.
"Jika dibandingkan dengan nilai ekspor produk perikanan bulan April, terjadi penurunan sebesar Rp7,25 miliar dimana pada bulan April nilai ekspor produk perikanan sebesar Rp28,24 miliar," katanya.
Menurunnya ekspor produk perikanan di daerah itu pada bulan Mei disebabkan oleh aturan larangan mudik hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Pada saat itu dari tanggal 6-17 Mei 2021, penerbangan di Bandara Jambi hanya melayani penerbangan khusus.Sehingga pengiriman udang belalang yang menggunakan jalur udara sempat terhenti.
Terkendalanya pengiriman udang belalang tersebut berdampak terhadap harga jual udang belalang di tingkat nelayan.
Efendy nelayan udang belalang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan saat itu harga udang belalang hanya berkisar Rp30 ribu sampai dengan Rp40 ribu.
"Udang belalang ukuran besar yang biasa di hargai Rp80 ribu sampai 100 ribu hanya berkisar Rp30 ribu sampai dengan Rp40 ribu karena kesulitan mengirim udang," kata Efendy.
Meski demikian saat ini pengiriman udang belalang tersebut sudah normal dan harga udang belalang berangsur naik. Walaupun kenaikan harga udang belalang tersebut belum begitu signifikan. Dimana di tingkat nelayan masih berkisar Rp60 ribu sampai dengan Rp70 ribu per ekor. (IMC01)
Aparat Didesak Periksa KSOP Terkait Dugaan Mark Up GAR Rugikan Negara Triliunan
Diduga Jaringan “Cuci” Batu Bara Miliaran Beroperasi di Wilayah PKP2B PT SSKB
Kualitas Udara Memburuk, IJTI Jambi dan Adya Group Bagikan Masker Gratis
Festival Batanghari 2026 Kembali Masuk KEN, Angkat Sejarah Jalur Rempah Sungai Batanghari
Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Penerapan Standar Keamanan Pangan