Politik

Ratu Munawarah Ungkap Alasan Tinggalkan PAN, PDIP Makin 'Cerah'

Juli 30, 2020 07:06
Foto Ratu bersama Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi dan pengurus lainnya mengacungkan simbol C. (ist)
Foto Ratu bersama Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi dan pengurus lainnya mengacungkan simbol C. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Bergabungnya Ratu Munawarah ke PDIP dan meninggalkan partai lamanya, PAN, menjadi sinyal kuat bahwa PDIP semakin mantap akan mengarahkan dukungannya kepada CE-Ratu (Cerah) di Pilgub Jambi Desember mendatang.

Ini diperkuat dengan foto Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi dan unsur pengurus lainnya berpose bersama Ratu dengan mengacungkan simbol huruf 'c' yang menjadi kekhasan dari pasangan CE-Ratu.

"Ini lambang cinta," ujar Edi tersenyum berkilah saat ditanya mengenai pose tersebut usai mereka makan siang bersama di salah satu rumah makan di Kota Jambi, Rabu (29/7/2020).

Selain itu, sebelumnya juga telah beredar foto-foto Ratu berbusana serba merah dengan latar belakang banteng moncong putih, lambang kebesaran PDIP.

Meski belum bisa dipastikan, sinyal kuat pasangan CE-Ratu meraih dukungan PDIP semakin terlihat. Kabarnya, dukungan untuk mereka dari PDIP hanya tinggal menunggu waktu diumumkan saja.

Apalagi saat ini Ratu sudah resmi menjadi kader 'banteng' dan meninggalkan partai tempat ia bernaung sebelumnya, PAN. Jalan Ratu mendampingi CE di Pilgub Jambi dengan dukungan PDIP makin terbuka lebar.

BACA JUGA : Tanggapan H Bakri Soal Ratu Munawarah Tinggalkan PAN, Gabung ke PDIP

Istri mendiang mantan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin yang juga mantan Ketua DPW PAN Jambi itu membenarkan dirinya kini telah berjaket merah.

"Ya Alhamdulillah saat ini saya sudah menjadi anggota PDIP," ujar Ratu.

Dia menegaskan, dirinya sudah tidak lagi menjadi kader PAN semenjak bergabung ke PDIP. Ratu juga mengungkapkan alasan kepindahannya dari PAN ke PDIP. Salah satunya, kata dia, keputusan itu didukung oleh keluarga besar Nurdin.

Bergabungnya Ratu ke PDIP sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, keluarga besar Ratu di Tasikmalaya, terutama sang ayah KK Noor Chlois Tisnawan punya garis kedekatan dengan partai berlambang banteng moncong putih ini.

BACA JUGA : H Muchtar Nyatakan Siap Menangkan CE-Ratu

Hanya saja, sejak menikah dengan mendiang Zulkif Nurdin, dengan sendirinya Ratu aktif sebagai kader PAN. Karena sang suami ketika itu adalah Ketua DPW PAN Provinsi Jambi.

Tak dapat dipungkiri, sejak kepemimpinan almarhum Zulkifli Nurdin, PAN menjadi partai besar dan selalu menjadi pemenang pemilu di Jambi. Makanya, PAN sulit dipisahkan dari nama besar keluarga besar Nurdin.

Namun ketika Ratu menyatakan akan ikut dalam kontestasi Pilgub Jambi dan mengikuti penjaringan di DPW PAN Jambi, Ratu sepertinya tak mendapatkan support dari PAN. Sehingga ia akhirnya mengambil langkah. Sang Ratu akhirnya memutuskan berlabuh ke PDIP.

Menurut informasi, almarhum orang tua Ratu, KH Noor Cholis Tisnawan adalah ulama kharismatik ketua Tanfidziyah Nahdatul Ulama kabupaten Tasikmalaya. Dia merupakan sosok ulama yang juga sangat berjasa bagi warga PDIP di Tasikmalaya.

Makanya, DPC PDIP Tasikmalaya selalu menggelar Haul KH Noor Cholis Tisnawan. Informasi ini diakui Ratu. Menurut dia, dulu ayahnya juga ikut membina PDIP di tanah kelahiran.

Bergabungnya Ratu ke PDIP ini juga dibenarkan Edi Purwanto, Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi. "Ya bu Ratu sudah menjadi kader PDIP," ujar Edi.

Namun soal kepastian PDIP untuk mengusung CE-Ratu, Edi masih enggan memastikan. Dia menyebutkan saat ini menunggu proses dari DPP.

"Kita menunggu keputusan dari ibu Megawati Soekarnoputri," tandasnya. (IMC01)