Petugas KPPS Banyak Reaktif Bahkan Positif Covid-19, KPU Pastikan Tak Ada Penambahan

Petugas KPPS Banyak Reaktif Bahkan Positif Covid-19, KPU Pastikan Tak Ada Penambahan
Komisioner KPU Provinsi Jambi, M Sanusi. (ist)

IMCNews.ID - Komisioner KPU Provinsi Jamb M Sanusi menyatakan jumlah anggota KPPS di setiap TPS di Jambi masih memenuhi syarat pungut hitung meski hasil rapid tes sejumlah anggota KPPS di daerah itu ada yang reaktif.  

"Anggota KPPS syaratnya tidak boleh kurang dari lima, meski sejumlah KPPS hasil uji cepatnya reaktif namun tidak ada anggota KPPS di setiap TPS yang jumlahnya kurang dari lima orang," kata Komisioner KPU Provinsi Jambi M Sanusi di Jambi, Kamis. 

Dijelaskan M Sanusi regulasi dari PKPU menyatakan jika anggota KPPS masih berjumlah lima orang maka masih dapat melaksanakan pungut hitung pada saat pemungutan suara. Namun jika jumlah anggota KPPS tersebut kurang dari lima orang, maka harus dilakukan penambahan anggota KPPS. 

Meski anggota KPPS di Jambi banyak yang ditemukan hasil rapid tesnya reaktif, namun jumlah anggota KPPS di Jambi tidak ada yang kurang dari lima orang. Sehingga masih memenuhi syarat untuk melaksanakan pungut hitung pada saat pemungutan suara 9 Desember mendatang. 

"Dalam satu TPS hanya terdapat satu atau dua orang yang hasil rapid tesnya reaktif," kata M Sanusi. 

Sementara itu, pada saat rapat pemantapan pelaksanaan Pilkada di Jambi yang dilaksanakan oleh Pjs Gubernur Jambi secara virtual pada Rabu (2/12) bersama seluruh kabupaten dan kota di Jambi, sebagian kepala daerah melaporkan hasil uji cepat anggota KPPS tersebut banyak yang reaktif. Bahkan setelah dilakukan uji swab beebrapa dari mereka dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. 
Bupati Kabupaten Batanghari Syahirsah dalam laporannya menyampaikan, di Batanghari terdapat 644 TPS dengan jumlah KPPS mencapai 5.976 orang. Setelah melaksanakan rapid tes, 227 orang hasilnya reaktif. Dari 227 yang reaktif hanya 107 orang yang bersedia melaksanakan uji swab, dan dari jumlah anggota KPPS yang melaksanakan uji swab tersebut, ditemukan 10 orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Selanjutnya di Kota Sungai penuh juga telah dilaksanakan uji cepat terhadap 2.278 anggota KPPS di daerah itu dan ditemukan 29 orang anggota KPPS yang hasil uji cepatnya reaktif. Setelah dilakukan uji swab terhadap yang rekatif uji cepat tersebut, 14 orang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, 12 orang masih menunggu hasil keluar dan dua orang negatif COVID-19.

Di Kabupaten Merangin juga ditemukan anggota KPPS yang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari 8.300 anggota KPPS yang telah melaksanakan uji cepat, terdapat 490 orang reaktif. Setelah dilakukan uji swab, 13 orang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Begitu pula di Kabupaten Tebo, terdapat 108 anggota KPPS yang reaktif berdasarkan hasil uji cepat. Setelah dilaksanakan uji swab 5 orang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, sementara 54 orang lainnya masih menunggu hasil uji swab tersebut keluar. 

"Anggota KPPS yang hasil uji cepatnya reaktif maka akan ditindak lanjuti sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19, dan yang positif COVID-19 akan menjalani isolasi sesuai dengan aturannya," kata M Sanusi. (IMC02/Ant)