Hukum

Perempuan Muda Jadi Korban Pembunuhan Setelah Pergoki Aksi Curanmor

Mei 21, 2020 10:50
Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto didampingi Kasat Reskrim AKP Djohan Andhika menunjukkan barang bukti kejahatan pelaku pembunuhan di Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2020). (ist)
Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto didampingi Kasat Reskrim AKP Djohan Andhika menunjukkan barang bukti kejahatan pelaku pembunuhan di Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2020). (ist)

IMCNews.ID, Jepara – Seorang perempuan muda bernama Sintya Wulandari (21), warga Desa Dongos, Kedung, Jepara menjadi korban pembunuhan setelah memergoki upaya pencurian kedaraan bermotor (curanmor).

Mirisnya, dia dihabisi saat tengah melaksanakan ibadah salat Zuhur. Kasus pembunuhan berawal dari niat pelaku untuk mencuri sepeda motor namun ketahuan pemiliknya.

"Pelaku bernama Indra Permana asal Ciamis itu awalnya hendak mencuri sepeda motor milik Sintya Wulandari (21) asal Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Jepara," kata Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto didampingi Kasat Reskrim AKP Djohan Andhika.

Indra, residivis curanmor tahun 2015, pada hari Rabu (13/5/2020) memantau situasi rumah korban yang juga sudah dikenal sebelumnya. Ketika mengetahui ada sepeda motor, pelaku mencoba mengambil kuncinya di dalam rumah korban.

BACA JUGA : Kades Batu Kerbau Diamankan Diduga Terlibat PETI

Selesai salat Zuhur dan hendak salam terakhir, korban melihat pelaku masuk rumah. Pelaku yang panik langsung menendang korban hingga tengkurap. Pelaku kemudian mencekik korban selama beberapa menit hingga meninggal dunia.

Setelah dipastikan tidak berdaya, korban ditinggal. Sebelum meninggalkan rumah itu, pelaku membawa sepeda motor, telepon selular, dan dompet korban.

Pelaku yang sempat bersembunyi di Tasikmalaya, akhirnya ditangkap di Cengkareng, Jakarta Barat. Saat itu dia hendak melakukan transaksi sepeda motor hasil curian. Sedangkan telepon selular milik korban dijual secara daring dengan harga Rp700 ribu.

BACA JUGA : Pemkab Bungo dan Aparat Diminta Tegas Tindak Aktifitas PETI

Indra Permana di hadapan petugas mengakui tidak ada niat membunuh korban yang sudah dikenal sebelumnya. Namun, karena korbannya teriak sehingga panik, lalu muncul reaksi spontan hingga mengakibatkan korban meninggal.

"Saya juga tidak melakukan pemerkosaan terhadap korban," ujarnya.

Aksi nekatnya mencuri sepeda motor hingga berujung kematian karena pelaku hendak pulang ke Lampung, tempat kelahiran istrinya, membutuhkan uang. Sebelum kejadian, pelaku juga sempat bertamu ke rumah korban.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 365 Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (IMC01/ant)