Penyampaian Data Hasil Uji Swab Pasien Disorot Pjs Gubernur Jambi

Penyampaian Data Hasil Uji Swab Pasien Disorot Pjs Gubernur Jambi
Audiensi Pjs Gubernur Jambi bersama BPOM. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Penyampaian data hasil uji swab pasien yang agak lambat menjadi sorotan dari Pjs Gubernur Jambi, Ir Restuardy Daud saat pertemuan dengan  Kepala BPOM Provinsi Jambi, Antoni Asdi.

Dalam pertemuan itu, Kepala BPOM menyampaikan beberapa hal kepada Pjs Gubernur. Di antaranya, ketersediaan alat untuk uji swab agar tetap dijaga.

Menurutnya, reagan mungkin masih cukup untuk sampai Desember 2020, namun tetap harus dijaga ketersediaannya. Kemudian, personil untuk melakukan uji swab sebaiknya ditambah.

"BPOM siap untuk melakukan pelatihan. Saat ini yang menguji 9 orang, dan dibutuhkan butuh 6 orang lagi," katanya.

BACA JUGA : Rekor Baru, Kasus Covid-19 di Jambi Bertambah 25

Kemudian, terkait penyampaian data hasil uji swab, agar bisa lebih cepat lagi disampaikan kepada publik. Terutama data hasil uji swab yang negatif.

Manangapi itu, Pjs Gubernur mengatakan bahwa dirinya sangat berharap agar kapasitas pengujian uji swab bisa terus ditingkatkan.

Pemeriksaan spesimen uji swab dilakukan di BPOM dengan kapasitas 80 per hari dengan biaya yang digratiskan. Di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher berkapasitas 70 uji swab per hari, namun masyarakat masih harus membayar.

 Dia berharap agar uji swab di RSUD Raden Mattaher ke depan bisa digratiskan, sehingga total kapasitas uji swab bisa 150 per hari.

"Sekarang sedang diupayakan untuk menambah 1 unit mesin uji swab di RSUD Raden Mattaher dan 1 unit di Labkesda, masing-masing berkapasitas 90 uji swab per hari," ujarnya.

Jika terwujud, maka kapasitas uji swab per harinya di Jambi akan meningkat dengan sangat signifikan.

Namun demikian, kata Ardy Daud, rencana penambahan dan pengoperasian mesin uji swab juga harus dibarengi dengan penambahan personil yang mumpuni dalam yang melakukan uji swab, mulai dari mengambil spesimen dan melakukan pengujian.

"Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi untuk memikirkan kecukupan personil untuk melakukan uji swab, serta mengelola barang persediaan yang berkaitan dengan penanganan Covid-19, dengan sebaik-baiknya, agar stok mencukupi, dan tepat dalam menentukan kapan harus diorder," tegasnya.

Dia juga meminta, terkait penyampaian data hasil uji swab, agar Kepala BPOM dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi untuk berkoordinasi lebih baik lagi.

"Sehingga data (nama-nama, red) hasil uji swab, terutama yang negatif, bisa disampaikan lebih cepat lagi kepada masyatrakat," pungkasnya. (IMC01)