Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Pemkot Jambi Berencana Uji Swab Mandiri

Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Pemkot Jambi Berencana Uji Swab Mandiri
Walikota dan kepala BPOM Jambi beberapa waktu lalu. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Kasus Covid-19 di Kota Jambi terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Oleh karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi segera melakukan pengadaan fasilitas untuk pelaksanaan tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) COVID-19 secara mandiri.

"Saya sudah sampaikan kepada Pak Wawako (Wakil Wali Kota) dan langsung instruksikan kepada Dinas Kesehatan Kota Jambi untuk segera mengadakan alat uji 'swab' (usap) PCR mandiri di Kota Jambi," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha melalui keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Rencana ini mengingat penambahan kasus baru dalam tiga pekan terakhir yang cukup drastis. Sementara peningkatan itu tak dibarengi dengan kemampuan pelacakan dan penelusuran kasus yang signifikan.

Hal tersebut disebabkan terbatasnya kemampuan tes usap PCR COVID-19 yang saat ini ada di Provinsi jambi. Dalam tiga pekan terakhir terjadi 123 kasus penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Jambi.

BACA JUGA : Covid-19 di Kota Jambi Meledak, Bertambah 42 Pasien Dalam Satu Hari

Data Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi pada 17 September 2020 terdapat 127 pasien terkonfirmasi positif COVDI-19, dengan rincian 77 orang sudah dinyatakan sembuh, 48 orang dalam perawatan, dan dua orang meninggal dunia.

Data Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi per 7 Oktober 2020, terdapat 250 pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, dengan rincian 97 orang sudah dinyatakan sembuh, 149 orang masih dalam perawatan, dan empat pasien COVID-19 meninggal dunia.

Peningkatan yang cukup signifikan tersebut terjadi selama tiga pekan terakhir. Dengan meningkatnya jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut, Pemkot Jambi kembali melakukan pengetatan terhadap aturan jam malam.

Selain itu, menurut Syarif Fasha, kemampuan tes usap secara mandiri di Provinsi Jambi belum bisa maksimal karena masih mengandalkan BPOM sebagai penguji utama sampel pasien dan hasil penelusuran kasus COVID-19 di Jambi.

"Pemkot Jambi tidak mungkin hanya mengandalkan mesin PCR milik BPOM saja, mereka cukup kewalahan melayani banyaknya sampel yang masuk dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi," kata Syarif Fasha.

Kata dia, Dinas Kesehatan Kota Jambi sudah melatih 18 orang anggota tim survailance untuk melakukan tes PCR yang terdiri atas tiga orang dokter dan tenaga medis lainnya.

Pemkot Jambi akan kembali menambah 10 tenaga medis dan dokter untuk mengikuti pelatihan tersebut.

"Alat PCR sudah dalam proses pemesanan melalui e-catalog, seluruh pengujian akan dipusatkan di Labkesda Kota Jambi," katanya. (IMC01)