Pada Suatu Shubuh

Pada Suatu Shubuh

*) Oleh Syamsul Bahri

Menjelang malam, sukmaku seakan hanyut diambang palung kesedihan
Menjelang pagi, sepi mencekik, pekik suara burung gagak
Menjelang siang, aku bersembunyi dibawah atap meratap
Menjelang sore, aku merebah diatas tanah tandus berselimut bunga tujuh rupa

Aroma karsa masih terasa hampa
Perihal merayakan kematian
Dengan lumatan api-api setan
Lantaran, kau selalu menyiramnya
dengan embun-embun diam

Mengirim shubuh diantara
Fajar shodiq dan kadzib
Melesap segala maya, melahap segala niskala
Tarian kematian menghiasi hari-hari basah
Diruang tunggu aku melebur
Menyigi keeping-keping maaf
Tersuluhku telah sadar (*)