Operasi Pekat di Kota Jambi, Pria Kedapatan Bersama Waria Sekamar dan Pasangan Kekasih Berduaaan, Ada Kondom

Operasi Pekat di Kota Jambi, Pria Kedapatan Bersama Waria Sekamar dan Pasangan Kekasih Berduaaan, Ada Kondom
Pasangan yang didapati dalam sebuah kamar. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Tim gabungan dari Polda Jambi melakukan operasi pekat siginjai II, Kamis (26/11/2020) lalu. Sejumlah kosan disasar saat itu, salah satunya kosan Alpin di Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Satu per satu kamar disisir. Di kamar D10 ditemukan dua orang. Awalnya petugas mengira mereka adalah pria dan wanita. Namun setelah diamati, ternyata si wanita adalah seorang waria.
 
"Awalnya dia ngaku namanya Dara. Pas diperiksa KTP, namanya beda (dengan yang disebutkan, red). Wajah wanita di KTP tersebut juga berbeda. Ternyata dia menggunakan KTP orang lain untuk mengelabui petugas," kata anggota yang melakukan razia. 

Kemudian tim bergerak ke kamar lainnya. Di kamar D17, tim menemukan sepasang kekasih yang sedang berduaan. Di kamar itu juga ditemukan alat kontrasepsi (kondom). 

Selain kosan Alpin, tim juga mendatangi Cathlin Kost di Jalan Bukit Baling, Thehok. Namun tak ada tekuan di kosan ini. Sementara di kosan lainnya yang berada bersebelahan dengan kosan Alpin, tim juga mendapati sepasang kekasih sedang berduaan. 

Tim juga menyisir Hotel J One dan Hotel Bintang Timur di kawasan Pasar Angso Duo. Di sana petugas mengamankan 2 pasangan di luar nikah yang sedang berduaan di dalam kamar Hotel Bintang Timur. 

Pemeriksaan dilanjutkan dengan sasaran Hotel Victori di Kebun Handil, Kecamatan Jelutung. Lagi-lagi, petugas mengamankan 2 pasangan di luar nikah yang berada di dalam kamar.

Polisi juga mengamankan 1 orang pria di dalam kamar hotel karena tidak memiliki KTP. Kanit Subdit IV PPA Polda Jambi Kompol Yannepi yang memimpin operasi pekat tersebut mengatakan, tujuh pasangan di luar nikah dan waria yang terjaring razia tersebut dibawa ke Mapolda Jambi guna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Semuanya kita bawa ke Polda dulu kita lakukan pemeriksaan dan nantinya kita akan panggil orang tuanya serta kita akan lakukan pembinaan," kata dia. (*)