Jambi Terkini

Ombudsman Desak Gugus Tugas Covid-19 Ungkap Riwayat Perjalanan Pasien Positif Covid-19

Maret 26, 2020 03:08
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jambi, Jafar Ahmad. (IMCNews.ID)
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jambi, Jafar Ahmad. (IMCNews.ID)

IMCNews.ID, Jambi – Satu orang di Provinsi Jambi telah diumumkan menjadi pasien yang positif mengidap virus Corona (Covid-19). Namun sampai saat ini, riwayat perjalanan pasien itu belum terungkap ke publik. 

Banyak yang khawatir, terutama masyarakat di Tebo, bila pasien tersebut ternyata adalah pejabat santer dikabarkan adalah pejabat di lingkungan Pemkab Tebo dan baru saja bersama mereka.

Kekhawatiran makin besar manakala pada Rabu (25/3/2020) dini hari, satu orang yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) meninggal dunia. Pemerintah melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jambi belum juga mengumumkan seperti apa riwayat perjalanan ODP yang meninggal tersebut. 

BACA JUGA : Wisudawati Terbaik IAI Tebo Isolasi Diri Usai Bersalaman dengan Pejabat yang Diduga Positif Covid-19

Menanggapi ketertutupan informasi pada kasus covid-19 di Jambi ini, Jafar Ahmad selaku Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Jambi menyayangkan tindakan tersebut. 

Menurutnya, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Jambi yang memiliki wewenang menjelaskan persoalan ini. Dia mengatakan sebaiknya memang sesegera mungkin menjelaskan perkembangan terbaru kasus ini.

"Salah satu yang amat penting adalah contact tracing, untuk memastikan publik mengetahui pihak mana saja yang diwaspadai ikut menjadi ODP, sehingga bisa menjaga interaksi yang sehat dengan mereka," jelasnya, Rabu (25/3/2020). 

Riwayat perjalanan seseorang yang sudah dinyatakan terjangkit virus corona juga merupakan informasi publik. Untuk itu, dia mendorong agar seluruh informasi yang dibutuhkan publik segera saja dirilis. 

BACA JUGA : Satu Dokter dan Empat Perawat di RSUD Raden Mathaher ODP Covid-19

Menurutnya, itu pernah diusulkan pada 27 Januari 2020 lalu, jauh sebelum kepanikan ini terjadi. Pihaknya meminta membentuk crisis center yang menjadi pusat informasi tentang corona ini. Pusat informasi inilah yang harus selalu update apapun terkait virus ini, termasuk hoaks yang beredar.

"Tidak ada gunanya menahan. Dengan menahan informasi seperti itu, justru memunculkan kepanikan yang kadang tidak logis," tukasnya.

Satu hari setelah disampaikan, crisis center ini langsung dibentuk Dinkes. Tapi hingga kini, kata Jafar, pihaknya tak pernah dapat update perkembangan. Menurutnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Jambi perlu segera Sampaikan informasi terbaru terkait perkembangan virus corona di Jambi. 

Hal itu mengingat, masyarakat cenderung berspekulasi jika tidak mendapatkan informasi yang pasti dari pihak berwenang. Dampak lanjutannya, masyarakat akan menebar hoaks, baik itu di dunia nyata mau pun melalui media sosial.

"Yang berwenang memang seharusnya melakukan pemutakhiran berkala dan mempublikasikan perkembangan keadaan berdasarkan tingkat kedaruratan, terutama di area-area rawan, agar bisa memberikan kewaspadaan dan ketenangan bagi publik," tandasnya. (*/IMC01)

(Berita Ini adalah hasil liputan kolaborasi jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen Kota Jambi)