Nah.. Uji Swab Mandiri di Jambi Terhenti, Kenapa Ya?

Nah.. Uji Swab Mandiri di Jambi Terhenti, Kenapa Ya?
Kepala BPOM Jambi Antoni Asdi dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha memberikan keterangan pers terkait penanganan COVID-19. Tes PCR atau uji swab secara mandiri di Jambi terhenti karena kehabisan alat pendukung untuk lakukan uji swab. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Sejak beberapa bukan terkahir, Provinsi Jambi melakukan Tes Polymerace Chain Reaction (PCR) atau uji usap (swab) Covid-19 yang dilakukan secara mandiri.

Namun, uji swab secara mandiri di Provinsi Jambi ini harus terhenti. Persoalannya bukan masalah tekhnis.

“Kita kehabisan alat sekali pakai untuk uji swab tersebut sehingga harus di hentikan sementara,” kata Kepala BPOM Jambi, Antoni Asdi, Selasa (1/9/2020).

Habisnya alat sekali pakai di laboratorium BPOM tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah sampel covid-19 yang harus diuji.

Saat awal uji usap dilaksanakan, kata dia, sampel yang masuk ke laboratorium untuk diuji dalam satu hari hanya berkisar 30 sampel 50 sampel. Namun jumlahnya bertambah dalam satu bulan terakhir.

BACA JUGA : Jambi Miliki 109 Orang Berpotensi Terjangkit Covid-19

Dalam satu hari, menurut dia, terdapat 150 sampai 200 sampel yang dikirim ke laboratorium BPOM Jambi untuk diuji.

“Untuk sementara waktu sampel uji swab dapat dikirim ke Jakarta atau Palembang terlebih dahulu,” sebutnya.

Terkait dengan reagen atau pereaksi kimia bantuan dari Temasek Foundation Singapura yang digunakan untuk uji usap tersebut, dikatakan Antoni Asdi, dapat digunakan. Reagen tahap pertama yang diserahkan ke laboratorium BPOM sudah habis digunakan.

Saat ini pihak BPOM tengah mengajukan penyaluran reagen tahap kedua yang disimpan di Laboratorium FKIK Unja.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha meminta agar BPOM dapat mengajukan alat pendukung untuk uji usap seperti alat habis pakai tersebut ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Jambi.

“Kita sudah minta BPOM untuk mendata dan mengajukan apa saja alat habis pakai yang dibutuhkan untuk uji usap tersebut,” ungkapnya. (IMC01/ant)