Curcol

Melihat Kenangan Mantan: Penjajah dan Terjajah

Feb 23, 2019
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)

Lagi lihat hujan rintik-rintik turun ke Bumi rasanya jadi keingat dengan mantan. Ya iyalah seminggu sebelumnya kamu pernah sempat jadian dengan dia dan mengalami situasi yang sama. Lalu ketika kamu ditengah hujan begini kamu berduaan dengan dia. Ketika dia kedinginan kamu meluk dia dan seketika itu juga kamu dapat ciuman hangat dari dia. Asem. Kurang ajar juga saya mengganggu pembaca yang rata-rata jomblo ini.

Nah kenapa kamu mengalami hal ini? Kenapa kamu merasa segala sesuatu menjadi berubah semenjak tidak ada dia? Nah izinkan saya menjelaskan segala musabab permasalahan pelik ini.

Semua ini dikarenakan kamu udah terbiasa dengan segala hal dilkukan dengan dia. Kamu menjadi terjajah oleh keberadaan dia yang selama ini selalu ada untukmu. Nah ibarat penjajah dan yang terjajah. Pacarmu itu adalah penjajah hatimu karena kamu selalu dipaksa ada untuk dia dan kamu adalah orang yang terjajah mulai dari bayarin dia makan tiap kali dinner hingga bayarin semua belanjaan dia. Itu belum termasuk utang-utang yang dia minjam tapi ga mau dikembalikan dan belum lagi hal kecil tapi bikin kamu rugi terus menerus. Ah ini benar-benar kamu terjajah habis-habisan.

Apa saja yang dilakukan dia sebagai penjajah dengan alasan cinta? Nah disini saya akan membuat daftar kesalahan dia yang pernah menjajah hati kamu:

Memaksa Kamu Merubah Penampilan
Coba disini siapa aja yang pernah disuruh merubah penampilannya? Saya yakin kamu semua pernah mengalaminya. Kamu yang dulunya hitam, kurus, kusut dan untung hidup dipaksa berubah menjadi cowok Cool dan gentleman. Mampus dah kamu di make over gila-gilaan biar mirip cowok korea. Padahal kan awalnya kamu diterima apa adanya. Kok malah disuruh berubah?

Memaksa Kamu Berubah Hobi
Dia tahu kamu itu orangnya ga ada kerjaan. Tiap malam cuma nongkrong ga jelas mirip banci yang mangkal di perbatasan kota. Nah dia yang merasa pembawa kebaikan merasa terpanggil untuk membawa perubahan untukmu. Mulailah kamu dipaksa punya hoby. Disuruhlah kamu beli kamera mirrorless dan dipaksanyalah kamu yanh ndeso ini untuk jadi fotografer. Mulailah kamu bidik-bidik obyek yang tak lain adalah dia yang jadi pacarmu. Padahal ini jelas tujuannya cuma agar dia terlihat cantik dengan kamera mahal itu. Nah kalau kamu. Mati aja dengan muka jelek itu!

Memaksa Kamu Berkata: Kamu Kurusan Kok Gak Gemuk

Ini adalah kebohongan yang mesti kamu ucapin. Mulai dari dia yang heran berat badannya naik, baju kesempitan dan lain-lain. Nah kamu tumpuklah dosa-dosa kamu demi kelihatan dia senang.

Memaksa Diri Kamu Kelihatan Dermawan Dengan Membayar Makanannya Dan Terkadang Belanjaannya

Sebagai cowo tentu kamu harus kelihatan sok kaya sok baik ngajak dia makan. Nah celakanya kamu  harus bayarin dia makan di kafe yang tentu ga murah walau kantong kamu lebih sering kempis. Tahanlah kamu di kampus ga ikutan makan di kantin bareng teman demi ngikutin selera tinggi pacarmu itu.

Celakanya meskipun kamu sering mengalami berbagai hal itu kamu malah memilih bertahan. Kamu yang merasa bahwa penderitaan itu cobaan dari Tuhan tentang kesetiaan. Kamu lalu berharap dia  seperti dia yang dulu. Dia bidadari yang membuatmu jatuh cinta. Sekarang? Mungkin kamu merasa dia ga lebih dari Iblis.

Padahal kata Mak yang melahirkan kamu bahwa cinta itu berbicara menerima  bukan memaksa. Menerima segala kekurangan dan masa lalu pasangan. Apalagi memaksa satu paham agama. Tentu itu tidak baik. Biarlah dia yang liberalis bisa bersanding dengan kamu yang gamisan.


*Febrianiko Satria. saat ini masih berstatus pejuang pencari istri. Memiliki cita-cita menjadi Shido dalam anime Date A Live. Aktif sebagai Ketua di Komunitas Berani Menulis.