Nasional

Lima Staf Biro Humas dan Protokoker Terkonfirmasi Positif Covid-19

Agustus 1, 2020 07:19
Sejumlah orang yang mengikuti kegiatan Gubernur Kepri dalam empat hari terakhir diambil sampel lendir (swab) di RSUP Kepri, Jumat. (ist)
Sejumlah orang yang mengikuti kegiatan Gubernur Kepri dalam empat hari terakhir diambil sampel lendir (swab) di RSUP Kepri, Jumat. (ist)

IMCNews.ID, Tanjung Pinang - Covid-19 terus menunjukkan peningkatan yang cenderung tinggi dalam beberapa hari belakangan. Terbaru, lima staf Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, terkonfirmasi positif Covid-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, Jumat (31/7/2020), mengaku, baru menerima hasil pemeriksaan dengan metode PCR terhadap lima orang staf protokol itu.

"Data itu dari hasil swab pada 28 Juli 2020. Saya juga diambil swab pada saat itu, dan hasilnya negatif," ujarnya.

Tjetjep mengatakan seluruh staf di Biro Humas dan Protokol Kepri yang positif covid-19 kini menjalani karantina.

"Saya pribadi juga akan uji swab kembali untuk memastikan tidak tertular COVID-19," katanya.

BACA JUGA : Enam Tambahan Pasien Covid-19 Jambi Asal Kota Jambi, Semua Baru Pulang dari Jakarta

Tjetjep mengemukakan, tim tenaga kesehatan masih menelusuri orang-orang yang kontak erat dengan lima pasien baru Covid-19 tersebut.

"Sampai sekarang kami baru menerima data itu. Sementara hasil swab dari pejabat lainnya belum diterima dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam," ujarnya.

Tjetjep meminta kepada seluruh pihak untuk tidak berspekulasi terhadap hasil pemeriksaan swab Gubernur Kepri Isdianto dan Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah.

Dalam dua hari ini muncul isu bahwa Isdianto dan Arif positif Covid-19. Padahal hasil pemeriksaannya belum keluar.

"Kemungkinan besok pagi baru keluar hasilnya karena harus antre," ucapnya.

Tjetjep juga membantah isu bahwa pihaknya menyembunyikan data Covid-19 Kepri.

"Isu itu tidak benar. Jumlah pasien Covid-19 meningkat tajam sehingga menguras waktu dan energi petugas pendataan," katanya. (IMC01)