KPU Targetkan Partisipasi Pemilih di Atas 70 Persen Saat PSU

KPU Targetkan Partisipasi Pemilih di Atas 70 Persen Saat PSU
Komisioner KPU Provinsi Jambi, Ahdiyenti. (IMCNews.ID)

IMCNews.ID, Jambi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan partisipasi pemilih saat pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) kontestasi politik Pilgub Jambi hingga 70 persen. 

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPU Provinsi Jambi untuk melaksanakan PSU di 88 TPS yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi.

Dari 88 TPS yang bakal menggelar PSU, terdapat sebanyak 29.278 Suara yang bakal diperebutkan oleh para kandidat. Jumlah ini berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jambi 2020 yang ditetapkan dalam rapat pleno KPU Provinsi Jambi. 

Pada Pilgub Jambi 9 Desember lalu, dari 88 TPS itu jumlah pemilih yang hadir ke TPS 18.686 pemilih dengan total suara sah 17.539 dan tidak sah 1.142 suara. 

Artinya partisipasi pemilihnya berada diangka 63,82 persen. Sementara dalam pergelaran PSU mendatang, KPU Provinsi Jambi menargetkan minimal partisipasi pemilih berada diangka 77,5 persen atau 22.690 pemilih yang ke TPS.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Ahdiyenti, menyebutkan, dari DPT itu pada pemungutan suara Pilgub Jambi 9 Desember lalu, memang yang hadir ke TPS sebanyak 18.686 pemilih.

"Target KPU tentu saja sebanyak-banyak yang ada di DPT itu untuk datang ke TPS menyalur hak pilihnya," katanya.

Selain itu juga, pihaknya masih mengidentifikasi pemilih yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

"Tentu kita akan sosialisasi ke masyarakat agar mau datang ke TPS lagi. Ini upaya kita meningkatkan partisipasi pemilih nantinya," bebernya.

Dari jumlah itu memang, kata Ahdiyenti, KPU menargetkan partisipasi pemilih berada diangka minimal 77,5 persen. "Itu akan kita upayakan," ujarnya. 

Sementara Pengamat Politik dari Universitas Jambi (Unja), Dori Efendi mengatakan, pelaksanaan PSU menjadi tantangan berat bagi penyelenggara. Hal ini karena sifatnya mengulang, artinya penyelenggara harus kembali merayu masyarakat datang ke TPS lagi.

Jika KPU mampu mendapatkan partisipasi pemilih di atas 70 persen saja sudah bisa dikatakan berhasil. "Hanya saja, apakah target itu bisa terwujud dengan skema yang muncul saat ini," katanya. 

Menurut Dori, angka Golput bisa saja lebih tinggi pada saat PSU dari pada pada pelaksanaan 9 Desember lalu. Hal ini tentu disebabkan banyak faktor, terlebih lagi pandemi Covid-19.

"Makanya, PSU ini jadi pembuktian bagi penyelenggara, terutama KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih di 88 TPS tersebut," tukasnya. (IMC01)