KM Kerinci Indah Kecelakaan di Laut Selatan Pulau Lombok

KM Kerinci Indah Kecelakaan di Laut Selatan Pulau Lombok
Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram mencari empat nelayan hilang dengan cara menyisir perairan Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Sabtu (21/11/2020). (ist)

IMCNews.ID - Empat nelayan hilang dalam kecelakaan kapal KM Kerinci Indah 02 GT 26 di laut selatan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (17/11/2020) lalu. Hingga kini, mereka belum ditemukan. 

"Seluruh korban belum ditemukan hingga hari kelima pencarian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram Nanang Sigit PH, Sabtu (21/11/2020) malam.

Ia mengatakan Tim Rescue Pos Siaga Pencarian dan Pertolongan Mandalika melakukan penyisiran sepanjang pantai selatan dari Pantai Kuta Mandalika menuju Pantai Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah.

Proses pencarian juga dilakukan dengan cara menyusuri pinggir kawasan pesisir menggunakan mobil pencarian dan pertolongan.

"Kami juga menyebar informasi kepada masyarakat sekitar dan para nelayan terkait kecelakaan laut tersebut. Jika ada warga yang menemukan korban agar melapor," ujarnya.

BACA JUGA : Mayat Tanpa Kepala Mengapung di Perairan Bintan

Nanang mengatakan, upaya pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu (22/11/2020) pagi ini, mulai pukul 06.00 hingga 18.00 Wita.

KM Kerinci Indah 02 GT 26 yang mengangkut 11 nelayan dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan selatan Pulau Lombok, NTB, pada Selasa (17/11/2020), pukul 06.20 Wita.

Awak Kapal MV Cape Kallia yang saat itu berada di lokasi kejadian berupaya mengevakuasi para korban. Tujuh orang nelayan berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara empat orang masih dalam pencarian.

Ketujuh nelayan yang selamat adalah Ilham Werawansyah (34), Toni Wijaya (34) asal Padang, Sumatera Barat, Riyanto (25) asal Flores, Nusa Tenggara Timur, Jainuddin (51), Wagito (50), asal Kabupaten Banyuwangi, Irawan (27), dan Sulaiman (34), asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sementara empat nelayan yang hilang dan belum ditemukan adalah Rudy Kurniawan (32), asal Yogyakarta, Agus Nopyan (37), asal Padang, Alfonso Mali (40), asal Medan, dan Badu Dahman Harahab (56), asal Cirebon. (IMC01/ant)