Curcol

Ketika Bingung Mau Nulis, Gimana?

Mar 10, 2019 06:40
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)

Gita Savana

Di suatu sore, ketika asyik menatap laptop berselancar di jejaring sosial sambil ditemani alunan musik klasik yang menenangkan dan aroma khas dari air hujan yang membasahi tanah, saya berniat menulis sesuatu..

Namun...

Tiba-tiba...

Sesuatu’ itu hilang, tak tahu ke mana rimbanya..

Sehingga..

Saya berniat untuk mundur dan menutup lembar kerja (Ms. Word) kemudian melanjutkan berselancar di jejaring sosial. Namun karena suatubla bla bla  hal, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan...

Dan, akhirnya..

Begini.

*

*

*

*

Pernah gak sih kalian pengen banget nulis. Sudah membayangkan akan menuliskan apa, sudah mantengin laptop, komputer atau handphone. Tetapi, ketika membuka lembar kerja dan jari jemari siap untuk menari di atas keyboard namun semua ide hilang dan tidak tahu apa yang akan ditulis.

Apa kata dan kalimat yang akan dirangkai. Semua ide yang ada di dalam pikiran tidak dapat dituangkan sehingga menyebabkan kita bingung dan malas melanjutkan karena pikiran sudah mentok. Ya! Jawabannya sudah pasti pernah kan, ya? Iya dong! *Maksa banget

Itulah yang sedang dirasakan oleh penulis saat ini. Sampai pada saat selesainya tulisan ini. Penulis benar-benar tidak tahu ingin menulis apa, sehingga lahirlah tulisan yang sangat tidak bermanfaat ini. Namun,  karena bingung,bingung? Pegangan dong! akhirnya penulis tetap melanjutkan tulisan ini sampai selesai karena memang benar-benar ingin menulis. Karena jika tidak dipaksakan untuk menulis atau karena tidak PD (Percaya diri) dengan tulisan sendiri, sehingga tidak memulai menulis, maka kapan kita akan menghasilkan tulisan?

Jadi, menurut hemat penulis, tulislah apa saja yang ingin anda tulis, tuangkan semua yang ada di pikiran anda dan apa yang sedang anda rasakan, jangan berhenti menuangkan ide untuk mengecek tulisan, jangan dibaca dari awal, tulislah saja pikiran itu biarkan mengalir seperti air.

Jangan sekali-kali menunda untuk menulis, karena menunda dengan berpikiran seolah anda memiliki waktu yang banyak, bergeming dalam hati bahwa bisa dikerjakan besok, Minggu depan, dan bla bla. Itu salah besar karena menunda-nunda waktu hari ini adalah awal dari menunda-nunda waktu besok, dan waktu-waktu lainnya.

Setelah semua selesai ditulis, lalu periksalah kembali kata demi kata yang mungkin salah atau kurang pas, diperbaiki atau dipermanis sesuai selera. Bisa juga ditambah garam ya kalau kurang asin!
*Penulis merupakan mahasiswi Fakultas Ushuluddin jurusan Ilmu Jurnalistik UIN STS Jambi


Loading...