Hukum

Kapal Tanker Pengangkut Minyak Diduga Hasil Ilegal Drilling di Jambi Diamankan

Maret 26, 2020 07:21
Kapal tanker jenis SPOB Kurnia Lestari GT 264 diamankan polisi di perairan Sungai Batanghari Desa Suak Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarajambi. (ist)
Kapal tanker jenis SPOB Kurnia Lestari GT 264 diamankan polisi di perairan Sungai Batanghari Desa Suak Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarajambi. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Sebuah kapal tanker bermuatan minyak ilegal diamankan tim Korpolairud Baharkam Polri bersama Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi.

Kapal tanker yang diamankan ini jenis SPOB Kurnia Lestari GT 264. Pengamanan dilakukan perairan Sungai Batanghari Desa Suak Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

"Kapal yang diamankan tersebut diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) sekitar 60 ton hasil penyulingan penambangan ilegal di Jambi," kata Direktur Polairud Polda Jambi, Kombes Pol Arif Budi Winova melalui Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi AKBP Irwan Andy P.

BACA JUGA : Penyelundupan 250 Ton Bawang Bombay di Perairan Tungkal Digagalkan

Kapal tanker berkapasitas muatan 500 ton tersebut berasal dari Jakarta menuju Jambi pada awal Februari 2020 lalu. Kapal itu sudah sekitar satu bulan di Jambi dengan menampung BBM ilegal.

Rencananya minyak itu akan diperjualbelikan di Bangka Belitung. Namun belum mencapai target, baru 60 ton dari target 500 ton, kapal berhasil diamankan.

AKBP Irwan mengatakan pihak kepolisian juga turut mengamankan seorang nakhoda berinisial JB (38) dan tujuh anak buah kapal (ABK). Mereka tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen angkutan.

"Pelakunya nakhoda sudah kita periksa dan akan dilakukan penegakan hukum," kata Irwan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kapal tanker tersebut disewa oleh seseorang berinisial IHN warga Sarolangun untuk mengangkut BBM yang diduga ilegal dari perusahaan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Penyewa kapal sudah diperiksa. Sedangkan perusahaan pemilik kapal terkendala penerbangan karena mewabahnya virus corona atau COVID-19.

BACA JUGA : Nekat Tembaki Polisi Saat akan Ditangkap, Pelaku Curanmor Ditembak Mati

Saat ini kapal tanker beserta nakhoda dan tujuh ABK tersebut ditahan di Markas Unit Airud Suak Kandis, Desa Jebus, Muarojambi.

Pemilik barang diduga melanggar UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman pidana paling lama tiga tahun penjara.

Sedangkan nakhooda kapal diduga melanggar UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan ancaman pidana paling lama tiga tahun penjara.

"Akan tetapi, semua itu perlu dibuktikan terlebih dahulu. Sebab diduga BBM ilegal tersebut belum diketahui jenisnya dan baru akan dicek di Labfor Palembang dan polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina mengenai asal-usul minyak tersebut," pungkasnya. (IMC01)