Hukum

Kanit Reskrim Tewas dengan Banyak Luka Sayat

Juli 12, 2020 06:48
SH alias Bim, yang masuk dalam daftar buronan polisi (DPO) kepolisian karena diduga menganiaya Ipda Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan hingga mengakibatkannya meninggal dunia. (ist)
SH alias Bim, yang masuk dalam daftar buronan polisi (DPO) kepolisian karena diduga menganiaya Ipda Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan hingga mengakibatkannya meninggal dunia. (ist)

IMCNews.ID, Mataram - Kanit Reskrim Polsek Utan, Ipda Uji Siswanto, tewas dengan banyak luka bekas sayatan pisau setelah dianiaya oleh seorang resedivis perampok berinisial SH alias Bim.

Saat ini, tim Puma Kepolisian Resor Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, masih memburu tersangka.

"Sekarang yang bersangkutan (SH) sudah masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) kepolisian dan sedang dalam perburuan Tim Puma di lapangan," kata Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra.

Terkait dengan penanganan jenazah korban, Widy mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian Ipda Uji. Apakah akibat pendarahan dari luka sayat yang dialaminya atau ada hal lain.

Terduga penganiaya, lanjutnya, merupakan seorang residivis perampokan. Dia melakukan aksi brutalnya pada Jumat pagi (10/7/2020) sekitar pukul 10.00 Wita.

BACA JUGA : Seorang Pemuda Cabuli Anak Laki-laki di Bawah Umur

Menurut kronologis yang dia terima, Ipda Uji ketika itu melintas dengan kendaraan roda duanya di simpang empat belakang Kantor Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa.

Kemudian SH yang datang dari arah belakang korban, dengan seketika melakukan aksi brutalnya menggunakan sebilah pisau hingga mengakibatkan Ipda Uji mengalami luka sayat di sejumlah bagian tubuh.

Abdul Hamit, orang tua SH yang berada di lokasi kejadian, berhasil menghentikan aksi penganiayaan tersebut.

Namun Ipda Uji, mengalami pendarahan hebat. Abdul Hamit yang melihat kondisi korban sudah tak berdaya, langsung melarikannya ke Puskesmas Utan hingga pada akhirnya meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Sumbawa.

"Jadi dugaannya, korban meninggal dunia akibat pendarahan. Meninggal dalam perjalanan ketika dirujuk ke RSUD Sumbawa," ujar Widy.

Menurut informasi, kata dia, aksi brutal tersebut buntut dari kasus LP/24/VI/2020 tanggal 28 Juni 2020 antara pelapor Agus yang bermasalah dengan SH.

Ipda Uji sebagai Kanit Reskrim Polsek Utan, ketika itu berupaya menyelesaikan permasalahan pelaku dengan jalan kekeluargaan.

Namun, diduga karena tidak terima dengan penyelesaian masalah, menjadi alasan pelaku menganiaya korban. (IMC01)