Curcol

Kalau Kamu Mengalami Hal Ini Selama Kuliah di FKIP UNJA, Berarti Kamu Sudah Menjadi Mahasiswa Tua

Mar 10, 2019 06:44
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)

Febrianiko Satria

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) adalah Fakultas dari Universitas Jambi yang menghasilkan guru-guru untuk membangun negara tercinta. Azek. Sebagai mahasiswa tua yang telah lama bertapa dengan urusan skripsi, saya akan membagikan berbagai ciri khas semester tua berdasarkan pengamatan saya sebagai Mbah Alex yang terkenal sejak jaman dinosaurus.

Wajah Kusut

Wajah mahasiswa tua sudah pasti sangat kusut. Bayangkan aja sudah mikirin mata kuliah yang tidak tuntas. Eh mikirin kapan wisuda, mana Bos di rumah nanya mulu kapan wisuda. Jangankan mikir wisuda, judul skripsi aja selalu ditolak dosen pembimbing. (Malah curhat hahaha).

Selalu Menenteng Tas Berisi Skripsi dan Buku

Dulu ketika masih berstatus mahasiswa muda paling malas yang namanya menenteng buku. Jangankan menenteng yang ada malah ditinggal di rumah. Sekarang semester tua harus beda. Bawa buku ke mana-mana. Tujuannya biar bisa dibilang mahasiswa rajin atau sebagai panutan yang tak bagus untuk junior karena kelamaan tamat. Hitung-hitung olahraga. Membuat sixpack tangan. Walaupun kepala selalu pusing mikirin skripsi.

Jones

Sudah wajah kusut, hitam, kurus, dekil, eh malah jones. Ya ampun. Beginilah penggambaran menyedihkannya mahasiswa tua. Coba bayangkan aja wanita mana yang tahan melihat lelaki pujaan hatinya lama tamat kuliah. Belum lagi calon mertua yang selalu menyindir kapan melamar anaknya. Boro-boro mau melamar, menyelesaikan skripsi aja susah. Dari pengalaman penulis, sih. Penulis seringkali mengalami putus hati karena masuk zona skripsi, mulai dari ditinggal pergi tanpa kabar hingga pacar tiba-tiba dilamar orang lain. Alasan mereka selalu sama: Kamu kelamaan tamat!

Parkir Depan Perpustakaan Univ Bukan Parkiran FKIP

Ini adalah perbedaan paling monumental yang membedakan mahasiswa abadi dan mahasiswa bau. Seperti kita tahu FKIP memiliki parkiran tersendiri dalam wilayah FKIP yang memiliki tingkat keamanan yang sudah membaik untuk mengurangi pencurian motor. Meskipun sudah memiliki parkiran tersendiri toh tetap saja tak semua mahasiswa mau memanfaatkan parkiran berbayar ini. Salah satunya, mahasiswa tua saja yang sudah lelah membayar uang parkiran FKIP. Meskipun cuma bayar seribu perhari. Toh tetap saja bikin susah bayarnya. Sudah banyak beli buku untuk buat skripsi. Belum lagi nge-print skripsi hanya untuk dicoret dosen. Pokoknya semakin susah deh bayar parkiran.

*Febrianiko Satria lahir di Bulan Valentine yang sangat romantis jadi sudah pasti orangnya romantis. Hoby baca dan mengkhayal. Bercita-cita wisuda secepatnya dan berkeliling Indonesia sembari menulis tentang indahnya Indonesia. Saat ini masih aktif sebagai mahasiswa tua  FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia UNJA. Aktif juga berorganisasi sebagai Ketua di Komunitas Berani Menulis