Jual BBM ke Truk Modifikasi, SPBU “Nakal” di Mersam Kena Sanksi

Jual BBM ke Truk Modifikasi, SPBU “Nakal” di Mersam Kena Sanksi
SPBU 24.366.53 yang berlokasi di Jalan Jambi-Bungo Sungai Puar, Provinsi Jambi, diberikan sanksi karena kedapatan menjual solar ke truk yang sudah memodifikasi tangki. (ist)

IMCNews.ID, Batanghari – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi kedapatan “nakal” menjual BBM jenis Solar JBT ke mobil dan truk dengan tankinya sudah dimodifikasi.

Akibatnya, SPBU tersebt mendapatkan sanksi tegas dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan. Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan, Minggu (29/11/2020) mengatakan, sanksi itu diberikan kepada SPBU DODO 24.366.53 yang berlokasi di Jalan lintas Jambi-Bungo, Sungai Puar.

sanksi yang diberikan berupa surat peringatan dan penghentian pasokan BBM Solar JBT terhitung mulai tanggal 13 November sampai dengan 10 Desember 2020.

Selain itu, juga pemasangan spanduk SPBU dalam masa pembinaan serta harus membayar selisih harga subsidi dengan non subsidi sebesar 200 liter.

Di sampng itu, pengusaha SPBU diwajibkan merenovasi fisik SPBU untuk mencapai standar Pertamina. Ia mengatakan sanksi ini dalam rangka pembinaan dan pengawasan terhadap SPBU yang berbuat curang.

Hal ini sesuai dengan kontrak perjanjian kerjasama antara pihak SPBU dan PT Pertamina (Persero), tidak dibenarkan menjual BBM JBT Biosolar kepada kendaraan dengan tanki modifikasi.

"Pertamina akan memberikan sanksi yang lebih tegas lagi apabila selama masa pembinaan pihak SPBU melakukan pelanggaran ketentuan yang telah ditetapkan,” kata dia.

Ia menambahkan tindakan ini merujuk juga ketentuan yang dikeluarkan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas yang memberlakukan pembatasan pembelian BBM Subsidi jenis solar.

Sejumlah kendaraan dibatasi bahkan ada yang dilarang menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT) minyak solar.

"Untuk angkutan barang roda empat, pembatasan pembelian BBM solar 30 liter per kendaraan per hari. Roda enam atau lebih sebanyak 60 liter per kendaraan per hari, dan untuk kendaraan pribadi sebanyak 20 liter per kendaraan per hari,” kata Umar. (IMC01)