Curcol

Jilbab Bukan Penghalang Dong, Cantik!

Mar 10, 2019 06:34
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)

Ani Suryani

Pagiku cerah, matahari bersinar. Kugendong tas merahku di pundaaak (tuh kan jadi pada nyanyi). Selamat beraktivitas wahai kalian perempuan super yang sudah mau membuka artikel ini. Sungguh, saya terharu juga kasihan. Membuka artikel ini sejujurnya hanya membuang-buang waktu Anda. Asli, ini sangat tidak penting dan menyesatkan, Mbak. Percaya deh. Aduh, kok masih dibaca? Hentikan. Tidaaak!
Baiklah, saya sudah bosan main-main. Mari ke jenjang yang lebih serius *bukan kode*.
Bukan rahasia umum lagi bahwa kini jumlah hijabers makin bertambah seiring bertambahnya uban di kepala Opa. Iya, Opa. Bukan Oppa. Karena ini bukan drama Korea. Banyak sekali kita temui orang-orang di sekitar kita mengenakan hijab dengan berbagai mode: Tetangga, Ibu Dosen, Sahabat, Tetangga yang jadi Sahabat, masih banyak lagi. Ya, saya sendiri pun seorang hijaber. Karena, selain perintah agama yang saya yakini, bagi saya hijab juga menunjukkan kemuliaan kita sebagai perempuan muslim. Dengan berhijab, aurat pun terjaga. Tersegel rapi. Hey, Mas. Baca nih: aurat aja dijagain, apalagi kamu?
Tidak sedikit  yang berpandangan bahwa dengan berhijab, gerak kita jadi terbatas. Banyak hal yang tidak dapat kita lakukan. Ah, siapa bilang? Banyak kok hijabers yang naik-turun gunung, bela-diri, bahkan mengendalikan air-api-udara (kalimat terakhir jangan dipercaya, Mbak). Dan ada juga yang bilang, dengan berhijab kita jadi ketinggalan, tidak modis dan gak gahol. Nah, agar terhindar dari anggapan yang seperti itu, mari simak beberapa tips dari manusia biasa yang mandinya pakai sabun Lifeb*oy ini.


MENJADI DIRI SENDIRI
Ya iya, lah. Kalau jadi Mbah Tarno, bukan hijaber namanya. Yap. Inilah langkah awalnya, Mbak. Kita harus tahu mana yang nyaman untuk kita, kalau saya sih maunya yang bikin nyaman dan menerima apa adanya (loooh). Untuk diterima pergaulan, yang kita butuhkan bukan meniru apapun yang lingkungan kita pakai, lakukan atau memaksakan gaya kita menjadi oranglain. Padahal, tidak semua yang oranglain pakai itu cocok untuk diri kita. Ya biasa saja gitu, lho. Pakailah pakaian yang membuat kita bisa bergerak bebas, pilih warna-warna kesukaanmu dan tersenyumlah!


MENJAGA LISAN
Gaul tapi kalo ngumpul selalu ngomongin keburukan oranglain? Itu nol besar nilainya. Bayangkan kalau yang diomongin itu adalah Mbak sendiri, saat Mbak gak bisa ngumpul? Nyelekit ya. Jleb. Menjaga lisan itu penting untuk menghindari kalau-kalau suatu saat orang yang kita omongin itu malah menolong kita. Malu sama kucing.


MENCOBA HAL-HAL BARU
Hijab bukan penghalang bagi kamu. Cobalah hal-hal yang sebelumnya sangat jauh dari kebiasaanmu, Mbak. Misalnya memancing keributan  di kolam duyung  pemancingan, ikut lomba-lomba yang belum pernah kamu ikuti dan mengangkat galon penuh air hanya dengan satu jari, ya barangkali bakal diajak kolaborasi sama Mas Limbad. Dengan mencoba hal baru, kita jadi makin tahu bakat apa saja yang sebenarnya kita miliki. Karena bagi saya, keterbatasan itu bukan untuk ditangisi tapi untuk dilampaui. Hidup perempuan Indonesia! Yuhuuu. Asyik-asyik-joss!

Tuh kan, Mbak. Ternyata tipsnya gak penting-penting amat. Malah gak penting, sih. Kalau ada yang baik, ambil saja. Kalau ada yang cakep, kasih saya saja. Semangat menjadi hijaber tak terhentikan. Ingat, cantik saja tidak cukup untuk membahagiakan dia. Kita harus punya kepribadian yang baik. Gaul boleh, nakal jangan (bukan YangLek). Salam manis. Semanis awal-awal PDKT.