Nasional

Imam Besar Masjid Istiqlal Ingatkan Solat ID Tidak Wajib

Mei 23, 2020 02:17
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5). (ist)
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5). (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri atau Id merupakan ibadah sunnah atau jika dikerjakan mendapat pahala namun jika ditinggalkan tidak berdosa.

"Saya perlu mengingatkan bahwa Shalat Id itu hukumnya sunnah. Namun menjaga kesehatan diri dan keluarga itu hukumnya wajib," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan beragama yang benar itu hendaknya mendahulukan yang wajib baru kemudian sunnah. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat melaksanakan Shalat Id di rumah untuk mencegah penularan virus COVID-19.

"Kita tidak boleh terlalu egois dalam beragama. Mungkin saja kita mendapat pahala sebanyak-banyaknya di masjid, namun ketika pulang ke rumah menyetor penyakit kepada keluarga. Kepada ibu bapak yang rentan terinfeksi virus," tambah dia.

BACA JUGA : Gubernur Larang Pejabat Buat Open House

Jika sudah terinfeksi virus, maka sulit memastikan apakah tahun berikutnya masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan.

"Masih banyak bulan Ramadhan yang akan datang. Mari kita berdoa agar bulan Ramadhan berikutnya tidak seperti ini. Mari kita menghemat umur, berikhtiar pindah dari takdir satu ke takdir lainnya," imbuh dia.

BACA JUGA : Jemaah Pesantren Mahfilud Dluror Jember Lebaran Lebih Awal

Untuk itu, dia kembali mengajak umat Islam untuk Shalat Id di rumah. Takbir juga dari rumah dan tidak mudik ke kampung halaman.

"Tidak perlu mudik, saat ini kita melakukan silaturahim online. Bergabung dengan takbir digital. Mari kita ramaikan dunia digital," ajak dia.

Nasaruddin juga mengajak masyarakat untuk melakukan tradisi baru, agar Bangsa Indonesia bisa menang dalam perang melawan pandemi COVID-19. (IMC02/ant)