Hadapi Gugatan CE-Ratu, KPU Siapkan Jawaban dan Bantahan

Hadapi Gugatan CE-Ratu, KPU Siapkan Jawaban dan Bantahan
Ilustrasi penjagaan gedung MK. (ist)

IMCNews.ID, Jambi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi tengah mempersiapkan data untuk menjawab dan membantah dalil gugatan Cagub-Cawagub, Cek Endra-Ratu Munawaroh di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilgub Jambi 2020 nanti. 

‘’Intianya kita sudah siap menghadap gugatan dari pemohon CE-Ratu.  KPU siap mengikuti sidang. Kita yakin KPU sudah menjalankan semua proses pemilu dengan baik dan benar," kata Kuasa hukum KPU Provinsi Jambi, Muhammad Syahlan Samosir, Rabu (13/1/2021) kemarin.

Namun apa saja jawaban dan bantahan yang dipersiapkan, Syahlan enggan buka-bukaan. 

"Itu belum bisa kita sampaikan. Rahasia. Nanti akan kita sampaikan pada saat persidangan dimulai," ujarnya.

BACA JUGA : KPU Bersiap Hadapi Kemungkinan PSU

Selain menghadapi gugatan hasil Pilgub Jambi, Syahlan juga mengatakan pihaknya juga tengah mempersiapkan jawaban dan bantahan gugatan hasil Pemilihan Walikota Sungai Penuh. 

"Jadi dua gugatan itu yang akan kita bantah,’’ katanya.

BACA JUGA : Bakal Back Up KPU dan Bawaslu di MK, Begini Kata Haris

Sementara itu, Bawaslu Provinsi Jambi sebagai pihak terkait juga tengah menyiapkan diri menghadapi gugatan tersebut. Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi mengatakan pihaknya harus mempersiapkan keterangan hasil pengawasan yang sudah dilakukan pada proses Pilkada serentak Desember 2020 lalu. 

"Ini terkait pokok permohonan gugatan. Baik  Pilgub maupun Pilwako Sungai Penuh," katanya belum lama ini.

Menurut Asnawi, Bawaslu tentu harus betul-betul mengumpulkan bukti hasil pengawasan setiap tahapan dalam pergelaran kontestasi politik lima tahunan itu. Yang akan dijelaskan Bawaslu terkait apa yang sudah dilakukan.

BACA JUGA : Syafril Nursal Bakal Tak Maju di Pilwako Jambi, Zayadi dan Farti Siap Tempur

"Bawaslu sebagai lembaga pemberi keterangan dalam sidang itu tentu tidak boleh memihak. Yang kita sampaikan harus sesuai fakta yang terjadi," tegasnya.

Dalam sidang itu, lanjut Asnawi, polanya dari Provinsi Jambi diberi slot satu orang perwakilan. Kemudian dari Bawaslu kabupaten/kota satu secara bergantian. 

"Dua orang hanya diberikan slot untuk Bawaslu, nanti kawan-kawan kabupaten akan bergantian," jelasnya.

Saat ini, Pihaknya juga tengah melakukan pendampingan Bawaslu Sungai Penuh dalam menyusun keterangan. 

"Kami akan menerangkan atas apa yang kami lihat, kami lakukan dan apa yang kami rekomendasikan," jelasnya. (IMC01)