Geng Motor Mengamuk Bacok Tiga Remaja

Geng Motor Mengamuk Bacok Tiga Remaja
Ilustrasi. (ist)

IMCNews.ID - Kawanan geng motor mengamuk dan melukai tiga remaja. Kawanan ini membacok korbannya dengan beringas. Peristiwa itu tejadi pada Minggu (26/10/2020) dini hari lalu sekitar pukul 04.00 WIB. 

Saat itu, para korban tengah mengendarai motor. Kemudian saat tiba di depan Musala Al Kasim, Desa Kaliwulu, mereka berpapasan dengan para pelaku. Ketiga korban tersebut adalah Andika (17), Teguh (15), dan Vio (21). 

"Korban adalah tiga remaja asal Kaliwulu, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Mereka berpapasan dengan para pelaku. Sekitar lima motor. Mereka berjumlah lebih dari 10 orang. Ada perempuannya juga,” kata Teguh di depan polisi. 

Akibat serangan membabi buta itu, para korban mengalami luka bacok. Para pelaku awalnya memang sengaja mencari gara-gara dengan melemparkan batu ke arah korban. 

Kemudian, korban Andika yang mengendarai motor langsung berhenti untuk melihat para pelaku. Melihat korban berhenti, pelaku langsung mendatangi Andika dengan membawa senjata tajam (sajam) dan membacokannya. 

BACA JUGA : Kapolda Jambi Janji Tindak Tegas Geng Motor yang Resahkan Masyarakat

Andika mencoba menangkis, sehingga mengalami luka bacok di siku tangan sebelah kanan. Tidak puas dengan membacok Andika, pelaku mendatangi Vio dan Teguh yang berjarak 300 meter. Mereka yang sedang nongkrong menjadi sasaran pembacokan. 

Vio dan Teguh mengalami luka bacok di punggung. Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri. Ketiga korban meminta tolong kepada masyarakat setempat. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk mendapatkan perawatan medis. 

BACA JUGA : Viral Genk Motor yang Resahkan Masyarakat

Kapolsek Plered, AKP Komar membenarkan, adanya kejadian tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat langsung memerintahkan anggotanya untuk mencari korbannya. 

Setelah dipastikan kalau korban berada di Rumah Sakit Mitra Plumbon, pihaknya langsung bergegas menjenguknya. 

“Kondisi korban Andika mengalami luka bacokan di punggung dengan 17 jahitan. Teguh juga mengalami luka bacokan punggung. Vio mendapat 17 jahitan di bagian siku kanan. Mereka berobat ke RS Mitra Plumbon. Tapi tidak dirawat,” katanya, Selasa (27/10/2020). 

Petugas melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian. Namun, mereka tidak ada yang mengenal pelaku. Sehingga, belum diketahui motif aksi para pelaku itu. 

“Motif pelaku melakukan pembacokan belum jelas. Mereka tidak saling kenal dan tidak ada permasalahan apapun sebelumnya,” ujarnya. 

Setelah kejadian tersebut, Kapolsek menyarankan kepada korbannya agar mendatangi Mako Polsek Plered untuk melaporkan kejadian tersebut. Senin siang (26/10) korban bernama Teguh dengan orang tuanya datang dan melaporkan kejadian tersebut. 

“Masih lidik. Sampai sekarang belum diketahui identitas para pelaku, diduga adalah geng motor yang sebagaian besar mengendarai sepeda motor matik. Mereka berkendara secara konvoi dan melakukan penganiayaan secara membabi buta atau acak,” jelasnya. (IMC01) 

Sumber: jpnn.com