Curcol

Gelisah Karena Kamu Jomlo? Simak Deh!

Mar 10, 2019
ILUSTRASI.(Istimewa)
ILUSTRASI.(Istimewa)

Ani Suryani

Hari ini saya bertemu dengan banyak pasangan muda-mudi yang memenuhi bahu jalan, cafe-cafe, angkringan, bahkan depan kosan (berpasang-pasangan, saya jadi nggak kelihatan di mata mereka. Dunia milik mereka, yang lain cuma kolor kotor numpang). Saya berpikir keras, apakah yang salah dengan hari ini? Ah, iya. Ternyata ini malam terakhir Minggu. Pantas saja. Surganya muda-mudi usia belasan.

Malam Minggu tidak jarang menjadi ajang bully untuk jamaah jomblo sekalian. Karena mindset anak muda sekarang yang mengeratkan status jomblo dengan: kesepian, sunyi, lelah, letih, lesu, lunglai.. minum Os*kadon SP. Ya, banyak hujatan bahwa jomblo identik dengan merana dan kesuraman lainnya, hingga jamaah jomblo ini di-cap ‘tidak bahagia’. Tapi, saya yakin dengan seyakin-yakinnya, kamu yang sedang membaca tulisan ini, dan jomblo.. tidak setuju dengan cap ‘tidak bahagia’ hanya lantaran kamu jomblo, kan? Nah, kamu sudah membuka tulisan yang tepat untuk menyesatkanmu.

Pada tulisan ini saya akan menguatkan jamaah jomblo sekalian agar sekuat tenaga membuktikan bahwa kalian adalah orang yang paling bahagia, bersahaja dan bebas nyamuk. Unch!

Kamu tau kenapa kamu harus tetap bahagia, meskipun jomblo? Ya iyalah. Itu artinya kamu kuat dan mandiri, tidak bergantung pada orang lain (dalam hal ini: pasangan). Kamu mampu untuk berjalan tegar menapaki saat-saat kamu berproses menata masa depan. Kamu jadi lebih fokus mengerjakan hal-hal yang berguna bagi masa depan kamu, tanpa dipotong waktu kamu buat nunggu balasan chat dari doi, galau saat doi ngambek sama kamu, cemburu nggak jelas gara-gara doi komen sama mantannya di media sosial, dan sebagainya. Waktu kamu jadi jauh lebih produktif. Seperti Umar Bin Khattab bilang

“Waktumu adalah pedangmu”.

Kamu juga akan menikmati waktu berkualitas untuk kumpul dengan sahabatmu demi sekedar berbagi kisah-kisah lucu, canda dan tawa bersama mereka. Setelah kumpul dengan sahabat, kamu akan menemukan bukti bahwa yang terpenting bukan punya pacar atau tidak, laku atau tidak (jualaaan kalik), namun apakah kita punya tempat untuk berbagi dan menjadi diri sendiri bersama orang-orang yang mau menerima kita, lebih dan kekurangan yang kita miliki. Penerimaan, itu yang kita butuhkan. Sayangi sahabat-sahabatmu, mereka adalah harta paling berhargamu setelah orangtua.

Jomblo bukan suatu kehinaan. Kamu mulia, kamu berharga. Mas ngejekin saya jomblo? Ah, kalau Mas liat saya, palingan juga ngakunya jomblo. Wuuu~

 

*Perempuan biasa yang bisanya masakin tumis pucuk ubi buat kamu. Iya, kamu