Empat Hari Menghilang, Nyilat Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Simpang Sungai Rengas

Empat Hari Menghilang, Nyilat Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Simpang Sungai Rengas
Proses evaluasi korban. (ist)

IMCNews.ID, Muara Bulian - Setelah menghilang selama empat hari, akhirnya Nyilat (20), warga Dusun Brumbung Bandung III, Desa Padang Kelapo, Kecamatan Marosebo Ulu yang merupakan Suku Anak Dalam (SAD) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Dia tenggelam di aliran sungai Batanghari. Jasadnya ditemukan di RT 08, Desa Sungai Ruan, Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Minggu (29/11/2020).

Korban ditemukan sekitar pukul 06.00 Wib dengan jarak 10 km dari tempat korban tenggelam.

"Ditemukan di Desa Sungai Ruan Ilir sekira 10 km dari tempat korban jatuh. Kemudian Korban dievakuasi ke Desa Tebing Tinggi menggunakan speedboot dan dibawa ke Puskesmas Sungai Rengas untuk dilakukan visum," kata Kapolsek Maro Sebo Ulu, AKP Heri Triyanto.

Dikatakannya, pencarian korban tenggelam ini menerjunkan personil Polsek Marosebo Ulu, BPBD Kabupaten Batanghari, Basarnas Propinsi Jambi, warga SAD, pihak kelurahan dan Kecamatan Marosebo Ulu.

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pencarian korban ini dilakukan selama empat hari dari hari Kamis tanggal 26 sampai dengan Minggu 29 November 2020 yang dilakukan petugas gabungan dibantu masyarakat," ungkapnya.

Korban ini tenggelam Kamis 26 November 2020 sekitar pukul 09.00 Wib. Kejadian ketika itu korban bersama kakak iparnya Ninda dari arah Desa Tebing Tinggi menuju Keluarahan Simpang Sungai Rengas dengan menggunakan perahu ketek. 

Saat kejadian, korban duduk di ketek bagian belakang dan sedang main hp bersama dua orang lagi. Ketika ketek sudah mendekati areal pelabuhan Sungai Rengas, tiba-tiba korban jatuh ke sungai batanghari.

Untuk diketahui, korban merupakan warga SAD yang punya riwayat penyakit Epilepsi. Diperkirakan korban pada saat diatas ketek, kambuh penyakitnya sehingga korban jatuh ke sungai Batanghari. (IMC01)