Empat Advokat Senior Duduki Jabatan Strategis Peradi Pusat

Empat Advokat Senior Duduki Jabatan Strategis Peradi Pusat
Ketua Umum DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan (kedua kiri), Ketua Harian R Dwiyanto Prihartono (kiri), Sekretaris Jenderal Hermansyah Duliaimi (kedua kanan), dan Bendahara Umum Nyana Wangsa (kanan) berbincang usai melaksanakan koordinasi dengan seluruh staff Sekretariat Nasional Peradi, di Jakarta, Rabu (28/10/2020). (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Sebanyak empat advokat senior ditunjuk untuk menduduki jabatan stratehis di kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi). 

Mereka ditunjuk oleh Ketua Umum DPN Peradi, Prof Otto Hasibuan. Empat advokat yang ditunjuk Otto, yakni R Dwiyanto Prihartono SH MH sebagai Ketua Harian Peradi, Hermansyah Duliaimi SH MH (Sekretaris Jenderal), Dr Nyana Wangsa SH MH (Bendahara Umum) dan Bhisnoko Nugroho SH (Direktur Eksekutif).

"Saya baru ini mengumumkan penunjukan sekjen, bendahara umum, ketua harian, dan direktur eksekutif, karena ini yang paling utama agar Peradi bisa berjalan," katanya, Rabu (28/10/2020). 

Otto menjelaskan nama-nama untuk kepengurusan Peradi 2020-2025 secara lengkap rencananya akan diumumkan rentang waktu 1-2 pekan ke depan.

BACA JUGA : Pjs Gubernur Sidak Lalu Lintas Hari Pertama Libur Panjang, Terpantau Normal

Ia meyakini nama-nama yang terpilih dalam kepengurusan DPN Peradi merupakan nama-nama terbaik dari para anggota, dan memiliki kredibilitas yang baik pula.

"Terus terang aja, saya jadi sulit milih mana yang terbaik di antara yang terbaik ini. Oleh karena itu dengan segala kelebihan dan kekurangannya, saya menunjuk nama-nama tersebut untuk duduk dalam jabatan tersebut," ujar Otto.

Otto menambahkan alasan menunjuk sejumlah nama tersebut lantaran pengalaman dan kecintaan mereka kepada Peradi yang tak diragukan lagi.

Selain itu, kata dia, kesungguhan mereka untuk mengorbankan waktu dan pikirannya dalam mengembangkan organisasi menjadi lebih baik seperti sekarang ini, juga menjadi alasan penunjukan.

Untuk kepengurusan lengkap, lanjut Otto, dirinya diberikan waktu 60 hari menyusun nama-nama yang akan menjabat, sekaligus memastikan "deadline" dari musyawarah nasional (munas) tersebut tidak akan melewati dari tenggat waktu.

"Saya usahakan tidak habis 60 hari saya sudah umumkan, kemudian akan ada pelantikan, karena banyak pekerjaan Peradi yang harus dijalankan," katanya pula.

Ke depan, kata dia, tantangan organisasi tidaklah mudah, salah satunya dengan mempertahankan "single bar" yang selama ini selalu diperjuangkan oleh DPN Peradi.

Pada sisi lain, Otto mengatakan organisasi juga akan memperjuangkan peningkatan kualitas advokat, serta meningkatkan martabat dan marwah dari profesi yang terhormat ini.

Program lainnya yang akan disasar kepengurusan DPN PeradiI di bawah kepemimpinan Otto, juga berkaitan dengan penyetaraan advokat dengan profesi penegak hukum lain.

"Zaman 10 tahun yang lalu terus terang saja Peradi dihormati sebagai pilar penegak hukum setara dengan jaksa, hakim, dan polisi. Di luar negeri juga seperti itu, tapi semua itu hilang ketika 5 tahun terakhir ini. Mudah-mudahan di masa ini saya berharap kepada teman-teman semua itu dapat dikembalikan," kata Otto. (IMC01/ant)