Debat Kandidat Jangan Banyak Basa Basi

Debat Kandidat Jangan Banyak Basa Basi
Suasana debat kandidat putaran pertama. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Debat publik calon gubernur Jambi yang pertama antara antara Cek Endra, Fachrori Umar dan Al Haris di luar harapan. Debat tersebut lebih seperti ajang temu kangen. 

Pada debat kedua nantinya, diharapkan para kandidat lebih berani saling serang. Tidak kalah penting harus lebih fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan panelis.

"Jangan terlalu banyak basa basi. Perbedaan pandangan itu sangat penting, agar pemilih lebih jelas memilih karakter pasangan mana yang mau dipilih. Karena masyarakat lebih menyukai program kongkrit, bukan lagi janji semata," kata pengamat politik dari Unja, Citra Darminto, Selasa (27/10/2020). 

BACA JUGA : Peduli Pertanian Sebagai Sumber Pendapatan Masyarakat, Ini Program Dari Ratu Munawaroh

Masyarakat sebagai pemilih, kata dia, lebih menyukai program yang sederhana, realistis, logis dan bisa diimplementasikan. Debat kedua nantinya akan lebih menarik jika kandidat lebih berani menyampaikan argumentasi. 

"Apakah emosional, simpatik, atau lainnya. Itu bisa kita nilai," sebutnya.

BACA JUGA : Syafril Nursal Kunjungi Batang Asai, Masyarakat Beri Dukungan Penuh

Dia berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengevaluasi kekurangan dalam pelaksanaan debat kandidat putaran pertama tersebut. 

‘’Harapan saya kepada penyelenggara, dalam hal ini KPU Provinsi Jambi, debat kedua nantinya kisi-kisi terkait pertanyaan penelis agar tetap dirahasiakan sehingga jawaban dari masing-masing kandidat nanti lebih original," jelasnya.
 
Begitu juga dengan para panelis, menurut Citra, harus detil menggali masalah pokok yang dirasakan langsung masyarakat Provinsi Jambi. 

BACA JUGA : Warga Batang Asai Terharu Dikunjungi Al Haris

"Materi pertanyaan dalam debat harus lebih membumi, agar dipahami langsung oleh publik. Untuk moderator harus lebih tegas mengarahkan jalannya debat. Artinya kandidat harus di ingatkan apabila ada pertanyaan-pertanyaan yang belum dijawab," tukasnya.
 
Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal mengatakan pihaknya sudah mengevaluasi pelaksanaan debat tahap awal. Pada debat kedua nanti, akan ada beberapa perubahan. 

"Tapi memang pelaksanaan debat kedua berbeda dengan debat pertama.
Nanti pertanyaannya muncul dari penayangan video pendek. Selanjutnya yang lain sama dengan kandidat sebelumnya," katanya.

Namun dia menilai, peran moderator dalam debat pertama secara keseluruhan cukup bagus. 

"Peran moderator kami menilai ada hal kecil yang harus diperbaiki. Tapi secara keseluruhan sudah sesuai prosedur sebagai moderator," sebutnya.
 
"Moderator itu prinsipnya mengatur alurnya debat. Tidak dalam kondisi menilai ataupun membuat opini," sambungnya.
 
Terkait pada debat pertama dimana ada pertanyaan yang belum dijawab oleh kandidat, ataupun sebaliknya kandidat belum menyampaikan pertanyaan ataupun tanggapan, menurut Apnizal itu bukanlah tugas moderator. 

"Tidak dalam konteks moderator. Itu panelis. Sementara kita tidak ada panelis. Cuma ada tim pakar, menyiapkan tema, bahan dan menyiapkan pertanyaan. Cuma itu," pungkasnya. (IMC01)