Nasional

DEBAT CAPRES: Prabowo: Pola Perkebunan Sawit Harus Untungkan Petani

Februari 17, 2019 10:07
Capres 01 dan Capres 02 bersalaman sebelum debat dimulai. (ist)
Capres 01 dan Capres 02 bersalaman sebelum debat dimulai. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai bahwa pola perkebunan inti rakyat (PIR) kelapa sawit harus diubah dengan lebih meningkatkan perkebunan plasma atau lahan yang dikelola oleh rakyat.

"Kita harus lebih berani seperti Malaysia. Kita harus tingkatkan plasmanya lebih banyak sehingga rakyat lebih memiliki hak-hak atas kerja keras dan produk mereka," kata Prabowo dalam Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Saat ini, perbandingan pola perkebunan sebesar 20 persen plasma (dikelola oleh rakyat) dan 80 persen perkebunan inti (dikelola oleh perusahaan swasta). Prabowo menginginkan bahwa perkebunan kelapa sawit harus lebih banyak dikelola oleh rakyat.

Prabowo menegaskan bahwa kelapa sawit masih menjadi komoditas utama bagi pendapatan negara dan komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar fosil.

Ia pun mengaku sudah berdiskusi dengan para ahli dan pelaku usaha terkait implementasi B20 (penggunaan biodiesel 20 persen. "Saya optimis kita mampu untuk swasembada di bidang energi dan kelapa sawit untuk menjadi biofuel dan meningkatkan harga petani kita karena saat ini sekarang sedang jatuh harganya," kata dia.

Dalam visi misinya, Prabowo menjanjikan jika ia terpilih menjadi Presiden periode 2019-2024, ia akan menjamin pangan tersedia dalam harga terjangkau.

Pangan menjadi salah satu aspek tolak ukur bahwa suatu negara dikatakan berhasil.

Menurut dia, Indonesia dikatakan sebagai negara berhasil jika bisa memenuhi pangan sendiri serta menjamin harga pangan terjangkau.

Ia juga menjamin bahwa produsen pangan, yakni peternak, petambak, nelayan harus mendapatkan imbalan dan penghasilan yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (IMC01)