Hukum

Curiga Ada Suara Berisik di Kamar, Suami Dapati Tukang Pijat Perkosa Istrinya

Juli 25, 2020 07:00
Tukang pijat keliling yang nekat memerkosa pelanggannya. (ist)
Tukang pijat keliling yang nekat memerkosa pelanggannya. (ist)

IMCNews.ID, Surabaya - Niat ingin dipijat untuk menghilangkan sakit, malah mendapati sang istri diperkosa oleh tukang pijat di dalam kamar.

Aksi bejat DA (40) di Surabaya, Jawa Timur ini dilakukan di sebuah ruang kamar di kediaman korban, pada Selasa (21/7/2020), sekitar pukul 19.00 WIB.

Perbuatan pelaku terbongkar setelah suami korban mendengar suara berisik dan gaduh dari dalam kamar. Saat masuk ke kamar, dia mendapatkan istrinya tengah diperkosa.

Kapolsek Sukolilo, AKP Subiyantana mengatakan, kejadian berawal saat pelaku dipanggil suami korban untuk memijat istrinya yang sempat mengeluh sakit nyeri pada bagian perut.

BACA JUGA : Hendak "Jual" Calon Istri, Yohanes Dibekuk Polisi

"Sehari sebelumnya korban sempat mengeluh kesakitan di perutnya, lalu panggil jasa tukang pijat," kata Subiyantana, Kamis (23/7/2020), dikutip dari Kompas.com.

Saat memijat korban, suami korban menunggu di ruang tamu. Sementara korban dipijat di dalam kamar.

Awalnya, suaminya tidak merasa aneh dengan gelagat pelaku. Apalagi pelaku sudah dikenal memiliki pengalaman memijat selama sembilan tahun.

Namun, setelah 30 menit kemudian, suami korban mulai curiga. Kecurigaan itu muncul setelah suami korban mendengar suara gaduh dari dalam kamar. Tak hanya itu, ia juga sesekali mendengar suara teriakan lirih dari istrinya.

Ia lantas masuk ke dalam kamar. Dan benar saja, saat itu ia mendapati pelaku tengah memerkosa istrinya.

"Suami korban melihat adegan pelaku dan kaget lalu melaporkan ke Polsek Sukolilo," ungkapnya.

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Abidin bahwa aksi itu sudah direncanakan pelaku dari rumahnya. Pasalnya, saat hendak memijat korban. Pelaku tidak memakai celana dalam.

"Memang dia sudah niat dari rumah, ya terindikasi seperti itu, karena dia (pelaku) juga tidak pakai celana dalam," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 289 KUHP Tentang Pencabulan dengan ancaman kurungan penjara sembilan tahun. (IMC01)