Politik

Cik Bur Anggap Demokrat Tak Punya Kader Potensial, ZA Angkat Bicara

Oct 19, 2019 03:22
Zulfikar Ahmad Anggota DPR RI dapil Provinsi Jambi Partai Demokrat. (ist)
Zulfikar Ahmad Anggota DPR RI dapil Provinsi Jambi Partai Demokrat. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Partai Demokrat di Jambi bukanlah partai Kecil, meski sempat dianggap tak akan mampu berbuat banyak sebelum Pemilu 2019. Nyatanya, Demokrat masih mampu mendapat kursi pimpinan di DPRD Provinsi Jambi. Bahkan mampu meloloskan kadernya ke DPR RI. Namun untuk persiapan Pilkada Jambi 2020 mendatang, Demokrat dianggap tak punya kader potensial. 

Pernyataan ini bukan keluar dari pengamat semata. Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi Burhanuddin Mahir yang mengatakanya. Untuk menghadapi Pilgub, Cik Bur sapaan akrabnya, menganggap tak ada kader partainya yang cukup mumpuni untuk didorong maju sebagai calon Gubernur.

Dimata Cik Bur, adapun kader yang cukup punya potensi untuk bisa ikut serta dalam Pilgub hanya Asyafri Jaya Bakri. Itupun belum mumpuni untuk Nomor satu, melainkan hanya nomor dua. 

Padahal, Demokrat punya Zulfikar Ahmad (ZA). Namun hingga saat ini, ZA belum mendaftar ke Demokrat yang sejatinya tengah membuka penjaringan. Malahan ZA mengakui  mengambil formulir penjaringan kandidat calon gubernur di Partai lain.

Ditanya apa alasanya tidak mendaftar ke rumah sendiri, Mantan bupati Bungo dua periode ini, mengaku di partai lain dirinya tidak dimintai uang dulu. Namun di partai berlambang mercy, dirinya diminta bayar terlebih dahulu. "Orang tu bayar dulu, jadi yang terdaftar bukan sayo, orang lain yang daftar jadi dio minta duit dulu," ungkapnya. 

Menurut ZA, dirinya disuruh oleh Ibas Yudoyono, selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI.  "Ibas nyuruh maju, tapi saya pikir dulu, bisa aja (daftar di DPP). Tapi saya lihat dulu, karena tidak segampang itu nak daftar," katanya dia. 

Meski belum menyatakan keseriusan ingin ikut bertarung di Pilgub, ZA mengatakan akan melihat peluang yang ada. "Kalau memang betul mau mendukung saya, tidak ada persyaratan untuk sayo, tidak ada minta-minta duit, karena saya nak jadi gubernur bukan nak nyari sen (duit), saya ingin membangun Jambi," tegasnya. 

Soal pernyataan Ketua DPP Demokrat Provinsi Jambi, Burhanudin Mahir. ZA mengatakan, soal mampu tidak mampu. Potensial atau tidak, masyarakat lah yang harusnya menilai. "Saya tidak pernah mengatakan orang,  suruh masyarakat yang menilai," tandasnya. (IMC02)