Buntut Kasus Pemecatan Dosen, Kampus Unaja Disita

Buntut Kasus Pemecatan Dosen, Kampus Unaja Disita
Proses penyegelan dan penyitaan kampus Unaja. (ist)

IMCNews.ID, Jambi – Kampus Universitas Adiwangsa Jambi (Unaja) di Jalan Sersan Muslim, Kecamatan Jambi Selatan, Kota  Jambi, disegel dan disita pada Kamis (11/6/2020) siang. 

Tim juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Jambi mendatangi kampus tersebut untuk melakukan eksekusi setelah adanya putusan Pengadilan Negeri Jambi. Penyitaan itu merupkan buntut dari persoalan pemecatan sepihak yang dilakukan pihak kampus terhadap sebanyak 24 dosen dan karyawan kampus itu pada 2016 silam.

Saat eksekusi, tampak hadir mantan karyawan serta dosen hingga mantan direktur kamus yang dulunya bernama Stikes atau Akper Prima tersebut. Ibnu Khaldun, kuasa hokum pelapor kasus ini, yakni karyawan dan dosen yang dipecat sepihak menjelaskan, kasus ini terjadi pada tahun 2016. 

“Dulu namanya Stikes dan Akper Prima yang sekarang sudah jadi UNAJA memecat lebih kurang 24 dosen dan stafnya tanpa ada alasan yang jelas," terangnya. 

BACA JUGA : Ombudsman Terima 31 Laporan Soal Penyaluran Bansos, Terbanyak di Kota Jambi

Kasus pemecatan sepihak itu juga sudah pernah dimediasi di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan DPRD Kota Jambi. Menurutnya, sudah ada surat panggilan untuk mediasi namun tidak diindahkan oleh pihak Unaja. “Maka Disnaker menyarankan kasusnya ke pengadilan,” sebutnya. 

Oleh karenanya, mereka melayangkan gugatan ke pengadilan, bahkan sampai ke tingkat Kasasi di Mahkamah Agung (MA) hingga keluar surat perintah eksekusi yang dilaksanakan, Kamis siang kemarin. Selain itu, juga akan dilakukan pemblokiran rekening milik Unaja. 

"Dan dari hasil persidangan, gedung kampus dan 3 rekening kampus telah dilakukan penyitaan oleh pengadilan. Apabila tidak ada tindakan lanjut selama 1 bulan kampus tersebut akan dilakukan pelelangan,"ungkapnya .

Mantan Rektor Akper Prima, Bejo mengaku dirinya hanya ingin meminta haknya selama dia menjabat sebagai rektor. "Kami telah melakukan mediasi, namun tidak ada itikad baik dari pihak Unaja untuk menanggapi hal itu. Maka perkara ini kami lanjutkan ke meja hijau dan alhamdulillah berkat doa dan perjuangan panjang kuasa hukum kami, hari ini pihak pengadilan menyita dan menyegel kampus Unaja," tegasnya. (IMC01)