BPOM Imbau Tak Berikan Susu Kental Manis ke Anak Umur 3 Tahun Kebawah

BPOM Imbau Tak Berikan Susu Kental Manis ke Anak Umur 3 Tahun Kebawah

BPOM Imbau Tak Berikan Susu Kental Manis ke Anak Umur 3 Tahun Kebawah
Susu kental manis. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Balai Besar POM Jakarta menyarankan agar krimer atau susu kental manis tidak diberikan kepada bayi di bawah umur tiga tahun karena berdampak pada gizi buruk.

Perwakilan Balai Besar POM Jakarta Yayan di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya akan menyusun ulang kebijakan terkait susu kental manis ke depan.

“Hasil riset menemukan bahwa susu kental manis telah menyebabkan gizi buruk dan kurang baik terhadap anak-anak berusia 3 dan 5 tahun. Hasil penelitian ini akan menjadi masukan dan kajian bagi kami dalam membuat peraturan terkait susu kental manis ke depan,” katanya.

Susu kental manis sejatinya bukanlah produk hewani bergizi tinggi. Sebab, dalam proses pembuatannya, susu kental manis dibuat dengan menguapkan sebagian air dari susu segar (hingga 50 persen) dan kemudian ditambahkan dengan gula sebanyak 45 – 50 persen. Karenanya, susu kental manis bukan lagi termasuk kategori minuman bergizi.

Penelitian bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Aisyiyah yang dilakukan di 3 provinsi dengan prevalensi kekerdilan (stunting) tinggi di Indonesia, yaitu Aceh, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara pada periode Agustus – Oktober 2019 menemukan bahwa susu kental manis berdampak langsung pada gizi buruk pada anak.

Menurut Yayan, anggapan susu kental manis sebagai pengganti ASI merupakan persepsi yang sangat salah.

Yayan melihat bahwa selama bertahun-tahun ada penyesatan informasi dari para produsen terhadap masyarakat karena itu persepsi masyarakat tentang susu kental manis yang selama ini menganggap memiliki kandungan gizi tinggi harus diluruskan.

Sementara itu Rian Anggraeni dari Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes mengatakan bahwa susu kental manis tidak cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun yang masih membutuhkan lemak dan protein tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan.

“Dari pemerintah sudah banyak sekali melakukan edukasi tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Termasuk edukasi pola asupan makanan dan minuman yang bergizi untuk ibu dan balita. Sebaiknya memang batas usia dilarang konsumsi krimer mulai bayi sampai usia 3 tahun,” kata Yayan. (IMC02/ant)