Hukum

Bos Panti Pijat Tewas Bersimbah Darah dengan 22 Luka Tusuk di Kepala dan Punggung

Agustus 1, 2020 07:10
Polisi merilis pelaku pembunuhan keji pemilik panti pijat. (ist)
Polisi merilis pelaku pembunuhan keji pemilik panti pijat. (ist)

IMCNews.ID, Sidoarjo - Seorang wanita pemilik sebuah panti pijat bernama Magdalena Tien Kartini (67) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya dengan 22 bekas luka tusukan.

Warga Jalan Brigjen Katamso, Kedungrejo, Waru, Sidoarjo itu tewas Jumat (24/7/2020) lalu. Korban diduga kehabisan darah karena luka tusuk di kepala dan punggung.

Pelaku pembunuhan ini ternyata pasangan suami istri berinisial S (32) dan HS (32), warga Kota Balikpapan. Kedua pelaku ditangkap Tim Resmob Polresta Sidoarjo sekitar tiga hari usai melakukan aksi kejinya itu.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menjelaskan, pembunuhan berawal dari tersangka S ingin meminjam uang kepada korban untuk dipakai pulang ke Balikpapan bersama suaminya HS.

Lantaran tidak dipinjami, S yang kesehariannya menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di rumah korban lalu nekat membunuh korban yang dibantu oleh HS.

BACA JUGA : Rawat Anaknya yang Sakit Jiwa, Ruslan Malah Tewas Terbunuh

Dalam melakukan aksinya, HS yang berprofesi sebagai sopir taksi ini membekap wajah korban dengan cara ditutupi dengan selimut.

“Saat dibekap, korban berteriak yang membuat tersangka panik. S yang ikut berperan akhirnya mengambil gunting dan langsung diberikan ke HS. Lalu HS menusukkan gunting tersebut ke punggung korban sebanyak 19 kali. Lantaran masih berteriak, akhirnya HS kembali menusuk bagian belakang kepala korban dengan gunting yang membuat korban meninggal di tempat,” ungkap Sumardji, Kamis (30/7/2020) dikutip dari jpnn.com.

Usai membunuh, kedua tersangka mengambil barang korban berupa uang sekitar Rp 5 juta, cincin emas 9, gelang emas 4, anting emas 5 pasang, 1 liontin emas, dan 2 kartu ATM BCA serta 1 kartu ATM bank Mega beserta nomer pin ATM untuk dibawa kabur ke Bali.

Namun, upaya tersangka melarikan diri akhirnya sia-sia, lantaran keburu tertangkap polisi saat di Bali.

Barang bukti yang berhasil disita petugas yaitu gunting, baju tersangka, sprei ada bekas darah korban, selimut warna biru, baju korban, gelang 4 buah, cincin 9 buah, anting 5 pasang, Liontin 1 buah 2 buah Hp korban dan uang Rp5 juta. (IMC01)