Batas Antar Daerah Diperketat, Mau Belanja Lebaran ke Kota Jambi Harus Bawa Surat Keterangan

Batas Antar Daerah Diperketat, Mau Belanja Lebaran ke Kota Jambi Harus Bawa Surat Keterangan
Penindakan kendaraan dari luar daerah. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi melakukan pengetatan setelah Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan larangan mudik antar Kabupaten/Kota.

Pos penjagaan di wilayah perbatasan mulai memperketat pemeriksaan. Pemkot Jambi misalnya, menyarankan warga luar kota yang akan datang ke Kota Jambi untuk berbelanja kebutuhan lebaran agar membawa surat keterangan dari RT untuk meyakinkan petugas di lapangan. 

‘’Kita tidak mempermasalahkan warga dari luar kota yang mau berbelanja ke Kota Jambi. Silahkan saja. Tapi ya betul-betul belanja kebutuhan lebaran. Contoh misalnya warga dari Muarojambi yang secara otomatis biasanya belanjanya ke kota Jambi. Mungkin nanti pengetatannya, dia harus melewati beberapa pos dan akan dipertanyakan,’’ kata Walikota Jambi, Syarif Fasha.

Oleh karenanya, dia meminta warga dari luar kota yang mau berbelanja ke Kota Jambi meminta surat keterangan. Apakah keterangan dari RT dan lain sebagainya, bahwa memang yang bersangkutan ini akan belanja. 

‘’Untuk yang belanja kita masih masih perkenankanlah. Tapi kalau melihat saudara dari kabupaten mau menetap, mau lebaran di sini atau misalnya mau pariwisata dan sebagai itu tidak diperbolehkan," tegasnya. 

Dalam aturan larangan mudik yang dibuat Pemkot Jambi, ada beberapa hal yang diperbolehkan. Larangan tersebut dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik. Diantaranya antara lain Bekerja/Perjalanan Dinas; Kunjungan keluarga sakit; dan Kunjungan duka keluarga meninggal.

Kemudian, Ibu hamil yang di dampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang. 

"Misalnya ada keluarga meninggal itu harus memiliki hubungan sedarah, tapi kalau cuman sepupu itu tidak diperkenankan," ujarnya.

Lalu Kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Lurah setempat. 

"Ini salah satu contohnya adalah ada yang warga dari luar kota Jambi yang mau belanja ke Kota, disarankan dilengkapi surat keterangan,’’ katanya. 

Sementara itu, penjagaan di pos pos perbatasan pintu masuk Provinsi Jambi sudah aktif dilaksanakan. Di Muarojambi misalnya. Rabu (28/4/2021) kemarin, petugas Satgas Penanganan Covid-19 di Pos jalan lintas utama Jambi-Palembang, di Kelurahan Tempino, Kecamatan Mestong menyetop setiap kendaraan bernopol luar dan dalam daerah yang hendak berpergian Mudik melintasi Provinsi Jambi. 

Kapolres Muarojambi melalui Kasubag Humas AKP Amradi mengatakan selain menghimbau selalu mematuhi Protokol Kesehatan, petugas juga meminta setiap pengendara yang lewat menunjukan hasil test Rapid PCR atau Rapid Antigen yang berlaku selama 1×24 Jam. 

Apabila ditemukan pengendara yang bepergian dari luar Provinsi Jambi tidak bisa menunjukan hasil test Rapid PCR atau Rapid Antigen, diminta melakukan Rapid di rumah sakit terdekat.

Dalam operasi kemarin, sedikitnya ada lima kendaraan dipaksa putar arah oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19. Empat diantaranya jenis bus. Yakni bus Nomor Polisi BN 7623 JU tujuan Semarang dengan 47 orang penumpang, bus nomor polisi Z 7638 MG tujuan Lampung dengan 20 orang penumpang, dan bus nomor polis B 7843 TW tujuan Sumatera Selatan dengan 15 penumpang. 

Satu kendaraan lagi mobil minibus penumpang dari Bogor tujuan Bungo juga dipaksa putar balik karena tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid19 berupa surat keterangan swab antigen. 

"Kita menghimbau masyarakat dan juga angkutan transfortasi mematuhi aturan untuk tidak mudik. Jika masih nekat, maka akan kita minta putar balik,” ungkapnya. (IMC01)