Nasional

Baru Lima Hari Bertugas, Menteri Pendidikan Mundur

Juli 1, 2020 10:10
Presiden Brazil Jair Bolsonaro berbicara dengan wartawan sambil memakai masker pelindung saat ia tiba di Alvorada Palace, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Brasilia, Brazil. (ist)
Presiden Brazil Jair Bolsonaro berbicara dengan wartawan sambil memakai masker pelindung saat ia tiba di Alvorada Palace, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Brasilia, Brazil. (ist)

IMCNews.ID, Brasilia - Menteri pendidikan yang ditunjuk oleh Presiden Brazil Jair Bolsonaro pada Selasa mundur, terkait ketidakberesan dalam riwayat hidupnya hanya lima hari setelah ditunjuk dan belum dilantik.

Dalam riwayat hidup ekonom Carlos Decotelli  tercantum gelar doktor dan pascadoktoral yang tidak selesai, menurut laporan media Brazil.

Pada Senin Decotelli mengatakan kepada awak media bahwa ia telah menjelaskan "ketidakkonsistenan" kepada presiden. Ia juga dituduh melakukan plagiat dalam tesis gelar master, tuduhan yang dibantah olehnya.

Decotelli berbicara kepada surat kabar Folha de S.Paulo pada Selasa bahwa dirinya tidak akan menerima jabatan tersebut dan upacara pelantikannya, yang dijadwalkan pada Selasa, batal.

Bolsonaro menyanjung pencapaian akademik Decotelli ketika mengumumkan penunjukkannya pada Kamis. Kantor presiden tidak merespons permintaan untuk berkomentar, Selasa.

BACA JUGA : Presiden Pecat Lima Menteri Sekaligus

Sebagai menteri kulit hitam pertama yang ditunjuk untuk kabinet Bolsonaro, Decotelli merupakan profesor di akademi angkatan laut Brazil, relasi militer yang mengantarkannya mendukung kampanye pemilihan Bolsonaro pada 2018 sekaligus membuatnya terlibat dalam tim transisi.

Decotelli menjadi menteri pendidikan ketiga Bolsonaro sejak masa jabatannya dimulai pada Januari tahun lalu. Menteri pendidikan pertama hanya menjabat selama tiga bulan dan yang kedua, Abraham Weintraub, bertahan selama 14 bulan.

Pendukung ideologis konservatif Bolsonaro menganggap menteri pendidikan sebagai kunci untuk upaya mereka memperkuat nila-nilai keluarga Kristen dan memutar balik apa yang mereka sebut pengaruh Marxist dalam pendidikan di Brazil selama bertahun-tahun. (IMC02/ant)

Sumber: Reuters