Arfan Sebut Dakwaan JPU KPK Kabur dan Tidak Jelas Dalam Eksepsinya

Arfan Sebut Dakwaan JPU KPK Kabur dan Tidak Jelas Dalam Eksepsinya
Susana sidang virtual pembacaan dakwa arfan pekan lalu . (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Sidang lanjutan Arfan dalam perkara Gratifikasi dengan agenda pembacaan Eksepsi. Dalam eksepsi itu, Arfan melalui kuasa hukum Helmi menyebutkan bahwa dakwaan JPU KPK kepada kliennya kabur dan tidak jelas. 

Helmi menyebutkan, Arfan sebelumnya telah diadili dengan sudah mendapatkan hukuman. Untuk perkara Gratifikasi, Helmi menyebut dakwaan JPU telah melanggar asas keadilan dan kepastian hukum. 

"Arfan telah mendapatkan putusan pada perkara pertamanya dan masih menjalani masa hukuman. Namun saat ini Arfan kembali dihadapkan dengan dakwaan baru. Yang mana menurut terdakwa seharusnya perkara a quo digabungkan dengan dakwaan terdahulu. Sama seperti Zumi Zola yang mana perkaranya digabungkan," sebut Helmi dalam Eksepsinya. 

Kedua adalah dakwaan JPU kabur, tidak jelas dan kurang cermat. Pasalnya, dalam pasl 143 ayat (2) huruf b KUHP, dakwaan yang diajukan oleh JPU tidak menjelaskan kronologis fakta kejadian yang sebenarnya. 

"Dilihat dari isi Dakwaan, JPU tidak menggambarkan secara jelas dan terang tentang uraian kronologis dari suatu perbuatan pidana oleh terdakwa. Karena apa yang diuraikan JPU tidak sesuai dengan fakta hukum kejadian," jelas Helmi. 

Oleh sebab itu, dalam Eksepsinya, Arfan meminta kepada majelis hakim untuk menerima Eksepsinya, menyatakan surat dakwaan JPU kabur, tidak jelas dan kurang cermat. Menyatakan a quo tidak diperiksa lebih lanjut dan membebankan biaya perkara kepada negara. (IMC02)