Anggaran Rp 76,8 Miliar Direfocusing, Kelurahan Kebagian Rp 125 Juta, Ini Rincian Alokasinya

Anggaran Rp 76,8 Miliar Direfocusing, Kelurahan Kebagian Rp 125 Juta, Ini Rincian Alokasinya
Rapat pembahasan refocusing anggaran. (Ist)

IMCNews.ID, Jambi - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi merefocusing Rp76, 8 Miliar anggaran untuk penanganan COVID-19 yang terus meningkat di Kota Jambi. Hal itu dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor SE-2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan (Refocusing) Anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa tahun anggaran 2021. 

Dimana, ditetapkan paling sedikit sebesar 8 persen dari alokasi DAU tahun anggaran 2021 atau sesuai dengan kebutuhan daerah dengan memperhatikan tingkat kasus COVID-19. 

Kepala Bidang Anggaran, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jambi, Poppy Nurul Isnaini mengatakan kota Jambi menerima Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp675, 3 miliar. Sehingga kewajiban 8 persen adalah sebesar Rp54 miliar. 

Dia merincikan, pemenuhan Kebutuhan Anggaran untuk penyesuaian pemotongan DAU berdasarkan PMK 17/PMK.07/2021 sebesar Rp22,3 miliar dan Kebutuhan Anggaran Refocusing untuk vaksinasi 8 persen berdasarkan SE-2/PK/2021 sebesar Rp54 miliar. Lalu, bantuan kebutuhan hidup dasar sebesar Rp500 juta.

"Sehingga total keseluruhan refocusing anggaran sebesar Rp76,8 miliar," kata Poppy, Selasa (27/4/2021). 

Anggaran itu nantinya akan dialokasikan ke Dinas Kesehatan Kota Jambi untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp45 miliar. Alokasi Dana untuk mendukung Kelurahan dalam penanganan pandemi Covid- 19 sebesar Rp125 juta per kelurahan.

"Sehingga total dana untuk 62 kelurahan tersebut sebesar Rp7,75 miliar," jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk pemulsaran pasien Covid-19 pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman sebesar Rp600 juta. Alokasi Dana untuk penanganan Covid-19 pada Bantuan Transport untuk Rukun Tetangga (RT) untuk menjemput dan mengantar lansia sebesar Rp10 ribu per lansia dengan total sebesar Rp615 juta.

Selain itu, bantuan logistik untuk warga masyarakat yang di lockdown sebesar Rp500 juta, yang dananya di alokasikan di dinas sosial. 

"Dana itu kami ambil dari dana DAU yang tersebar di seluruh OPD," katanya.

Tahun lalu, dijelaskan Poppy, dari total refocusing sebesar Rp58 miliar, hanya terserap sebesar Rp40 miliar. Sementara sisanya Rp18 miliar menjadi Silpa. 

"Tahun lalu itu bidang kesehatan menghabiskan Rp15 miliar, sementara untuk bantuan sosial dan penanggulangan dampak ekonomi sebesar Rp25 miliar, jadi totalnya Rp40 miliar," katanya.

Sementara Ketua DPRD Kota Jambi, Putra Abshor Hasibuan mengatakan kebijakan refocusing tersebut merupakan perintah dari pusat. 

"Kami DPRD juga terkena imbasnya. Anggaran kami dipotong Rp4 miliar. Tapi alhamdulillah sudah diselesaikan, meskipun anggaran perjalanan dinas banyak yang dipotong," kata Abshor. 

Kata Abshor, meskipun anggaran sekretariat DPRD Kota Jambi dilakukan refocusing, namun hal tersebut tidak mengganggu kinerja dari anggota dewan. 

"Ada beberapa anggaran perjalanan dinas yang dipotong namun itu tidak mengganggu kinerja kami," katanya.

Sementara Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan aturan itu dibuat oleh pusat. Anggaran tersebut digunakan untuk program vaksinasi dan juga pelaksanaan PPKM. 

"Jadi kita memperkuat peran kelurahan, karena yang menjadi ujung tombak saat ini ada di kelurahan, selain itu juga untuk operasional dan bidang kesehatan," katanya.

Nantinya anggaran-anggaran yang dipangkas tersebut, pada anggaran perubahan akan dikembalikan lagi. 

"Kita masih punya saving dana sekitar Rp100 miliar lebih. Ini hanya pindah dari kantong kanan ke kantong kiri," pungkasnya. (IMC01)