Anak yang Berkelahi, Ayah yang Meregang Nyawa

Anak yang Berkelahi, Ayah yang Meregang Nyawa
Ilustrasi penikaman. (ist)

IMCNews.ID - Djonidi (27) meregang nyawa setelah ditikam oleh tetangganya sendiri. Penikaman terhadap pedagang ayam itu dilakukan oleh seorang pemuda berinisial R dan orang tuanya, inisial J yang sudah ditangkap polisi. 

Korban tewas saat dilarikan ke puskesmas Sungai Piyuh untuk mendapatkan pertolongan. Penikaman itu terjadi pada Rabu (30/12/2020) lalu sekitar pukul 13.05 WIB. 

Kapolres Mempawah AKBP Fauzan Sukmawansyah, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim, AKP M Resky Rizal mengungkapkan, korban ini mengontrak rumah di gang sempit di Jalan Pancasila, Sungai Pinyuh.

Peristiwa berdarah itu bermula dari perkelahian antara anak korban dengan adik tersangka. Buntut dari perkelahian itu, anak korban mengadu kepada korban. Akhirnya, korban Djonidi naik pitam dan membalas dengan memukul adik tersangka.

“Setelah mengetahui adiknya dipukul, terjadilah perdebatan antara tersangka R dengan korban. Dan dilanjutkan dengan perkelahian antara tersangka R dengan korban,” lanjut Resky seperti dilansir dari pontianakpost.co.id.

BACA JUGA : Budi Nyaris Tewas Dibacok Kawanan Geng Motor di Sijenjang

Lantas perkelahian itu diketahui oleh orang tua tersangka R berinisial J. Selanjutnya, J kemudian juga ditetapkan sebagai tersangka mendatangi TKP perkelahian.

Sesaat tersangka J tiba di TKP, tersangka R pulang ke rumah dan mengambil pisau dapur yang diselipkan ke belakang badannya.

“Saat kembali ke TKP, tersangka R melihat orang tuanya sedang berkelahi dengan korban. Seketika itulah, tersangka R mengeluarkan pisau dan langsung menusukannya ke dada korban,” jelas Resky.

Akibat tusukan itu, kata Kasat Reskrim, korban mengalami luka parah dan tersungkur ke tanah. Darah mengucur deras dari luka yang bersarang di dada kiri korban. Warga sekitar sempat melakukan pertolongan.

“Namun, di perjalanan menuju ke Puskesmas ternyata korban menghembuskan napas terakhirnya. Dari hasil visum, luka tusuk di dada korban lebar 2 cm dengan kedalaman 5 cm,” katanya.

“Setelah itu, jenazah korban kami serahkan ke pihak keluarga untuk prosesi pemakaman. Dan informasi kami yang dapatkan pada pukul 16.30 WIB, jenazah korban telah dimakamkan di TPU Desa Sungai Bakau Besar,” tambahnya. 

Dua tersangka sudah diamankan ke Mapolsek Sungai Pinyuh. Mereka dijerat dengan pasal 351 ayat (3), pasal 338 dan pasal 340. Yakni ancaman hukuman 15 tahun penjara (pasal 338) dan ancaman 20 tahun penjara (pasal 340).

“Untuk status salah satu tersangka yang masih anak di bawah umur, nanti akan kami cek lagi dokumen kependudukannya. Jika memang masih di bawah umur, pasti akan berpengaruh pada ancaman pidananya,” tegas Resky. (IMC01)