Sri Mulyani Klaim Perlinsos Selamatkan 3,43 Juta Orang dari Jurang Kemiskinan

Sri Mulyani Klaim Perlinsos Selamatkan 3,43 Juta Orang dari Jurang Kemiskinan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa program perlindungan sosial (Perlinsos) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah menyelamatkan 3,43 juta orang keluar dari kemiskinan.

“Program-program yang dilakukan pemerintah cukup memberikan bantuan yang luar biasa bagi masyarakat,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (23/11/2020). 

Dia menguraikan beberapa jenis bantuan yang dimaksud, di antaranya, Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Sembako Jabodetabek untuk 1,9 juta KPM, dan Bantuan Tunai peserta Sembako non-PKH kepada 9 juta KPM.

Bukan itu saja, ada juga bantuan upah karyawan kepada 12,4 juta orang, BLT Dana Desa untuk 8 juta penerima, Kartu Sembako 19,4 juta KPM, Bansos Tunai Non Jabodetabek kepada 9,2 juta KPM, dan bantuan beras peserta PKH kepada 10 juta KPM.

Yang terbaru, subsidi upah untuk guru honorer yang mencapai 2,4 juta orang di bawah Kemendikbud dan Kemenag serta Program Kartu Prakerja untuk 5,6 juta orang.

BACA JUGA : Moeldoko: Konsep Digitalisasi Kartu Prakerja Jadi Pola Baru Birokrasi

Menurutnya, berbagai bantuan itu telah mampu mendorong tingkat konsumsi masyarakat menengah ke bawah yang sempat mengalami tekanan luar biasa akibat dampak pandemi.

Dia mengungkap, 10 persen masyarakat termiskin atau desil I tercatat tingkat konsumsinya mengalami drop sampai minus 6,3 persen. Dimana, saat ini meningkat mencapai 8,3 persen.

“Itu berarti bagus. Artinya bantuan sosial membantu masyarakat paling miskin sehingga mereka tidak menjadi lebih buruk,” ujar  Sri Mulyani.

BACA JUGA : Arahkan Pada Belanja Produktif, Segini Nilai APBD Jambi 2021

Kemudian, 10 persen masyarakat termiskin berikutnya atau desil II tercatat mengalami tekanan konsumsi minus 7,1 persen. Namun setelah menerima bantuan sosial maka terjadi peningkatan hingga 6,6 persen.

“Bantuan pemerintah 6,6 persen sehingga net efeknya adalah sedikit kontraksi 0,5 persen,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan, semakin tinggi tingkatan masyarakat penerima bansos, maka efeknya semakin kecil. Pasalnya, fokus bantuan pemerintah adalah menyelamatkan masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Semakin kita melihat ke atas bantuan pemerintah memang tidak ditunjukkan atau lebih terfokus ke menengah bawah,” tandasnya. (IMC01/ant)