Romansa

Seandainya Rangga dan Cinta Syuting Film AADC di Danau Unja

Jan 21, 2017 05:22
Foto.(Danau Unja yang menjadi kisah klasik para alumni)
Foto.(Danau Unja yang menjadi kisah klasik para alumni)

Mendapat tugas untuk menulis kisah romansa dengan lokasi di Danau Universitas Jambi (Unja), adalah salah satu cobaan paling berat dan sedikit eh...mengkampretkan dalam hidup saya yang penuh liku-liku ini. Level kampretnya setingkat dengan melihat mantan mengunggah foto sama Istrinya yang semok dan kedua anaknya yang lucu-lucu unyu. Sungguh takdir yang tak patut disyukuri.

Lagipula saya ini siapa toh? Pakar perdanau-an? Pengamat kisah menye-menye? Aliansi Mahasiswa Pecinta Kencan di Semak Belukar dan Danau?

Tapi ya sudahlah, sebagai bawahan yang baik, saya harus selalu nurut dengan kata Oppah Bos (Biar cepat dapat bonus diumrohin, yes).

Jadi setelah melakukan survei di Danau Unja berbekal petanya Dora (biar gak tersesat di hati yang sudah ijab sah) banyak hal yang didapat. Tergali beberapa alasan kenapa danau ini bisa jadi pilihan anak muda manja masa kini, dan masa lalu untuk berkasih-kasih atau sekadar mencari spot selfie. Bekicott ehh cekidot.

Danau itu romantis 

Romansa kisah kasih nyata kerap tercipta di tepian danau. Sepasang kekasih muda yang baru memadu janji, duduk di rindangnya pohon sawit, mengungkap isi hati masing-masing dalam sebinar cahaya mata, seulas senyum termanis manja dan malu-malu kucing garong. Lalu bersumpah pada riak pelan, pada desau angin yang mengirimkan kabar cinta, pada langit biru cerah berhias awan yang menaungi rasa, bahwa cinta mereka akan abadi, apapun yang terjadi.

Dan percaya atau tidak, memang itulah yang terjadi. Alam danau yang bersahaja telah mengaminkan permohonan hati keduanya, ahh syahdu sekali.

Seandainya Rangga dan Cinta dalam film AADC sempat syuting adegan di Unja, mungkin mereka juga bakalan terkontaminasi benih-benih asmara Danau Unja. Mungkin Mas Rangga lebih memilih kencan di Danau Unja daripada di perpustakaan. Ya kan kali aja suasana Danau Unja yang mengharu biru, kelabu, pink, jingga, ungu, bakalan menginspirasi Mas Rangga untuk menciptakan puisi.

“Kulari ke hutan kemudian teriakku, kulari ke danau kemudian mancingku”

“Butek . . butek . . danaunya butek aku benci,”

Main ke danau Unja gak butuh biaya yang besar. Sangat murah. Bahkan gratis. Iyaa gratis.

Buat anak kos, jangan takut modusnya terhambat kondisi keuangan yang memprihatinkan. Kamu gak perlu beli tiket masuk, tiket karcis kendaraan, apalagi tax amnesty, dak usah Jok, dak usah. Cukup keluarkan biaya Rp5.000 untuk membeli baktus (Bakso tusuk), lalu duduklah dengan damai di tepian danau bersama gebetan. Ahh bahagia memang sederhana.

Mengunjungi danau itu sangat baik untuk mata 

Padu padan ketenangan danau dan rimbunnya pepohonan yang menghijau berdampak baik untuk kesehatan. Ya walaupun si pohon sawit masih kalah dengan rumput tetangga yang lebih hijau, kamu harus tetap bersyukur karena setidaknya ada media untuk terapi mata gratis. INGAT KAMU ITU ANAK KOS, JADI ENGGAK USAH BANYAK GENGSI.

Di danau bisa bebas berekspresi sesuka hati dan apapunmu

Kamu mau loncat indah ke danau, lalu berenang di hati yang salah seenak udel, lari dari kenyataan muterin danau, joget zumba-zumba, nyanyi lagunya Young Lex feat AwKarin, nggak ada yang peduli. Lah memangnya kamu itu siapa kok minta dipeduliin. Paling cuma diajak ngopi-ngopi di pos Satpam terdekat.

Danau itu mengajarkan banyak hal

Gak mau kalah dengan dosen, danau juga mengajarkan banyak hal untuk kita loh. Salah banyaknya, mencontohkan kita untuk menjadi pribadi yang kalem-kalem kharismatik. Tanpa banyak suara seperti ombak pantai atau aliran deras sungai, ia telah mengantar kabar keindahan lewat keteduhan auranya. Di saat mendung bergelayut di langit pantai atau sungai dan orang-orang memilih menjauh karena gentar akan akibat yang mungkin ditimbulkannya, danau tetap dengan ketenangannya yang elegan. Perlahan, tetap mengirimkan sinyal keindahan untuk dipandang.

Danau itu mengkreatifkan pikiran kamu

Hal-hal yang tak terduga bakalan tercipta saat kamu plesiran ke danau. Dapat ide untuk menulis, dapat spot bagus untuk melukis, dapat teknik kekinian untuk memancing pacar orang ikan. Ya namanya juga inspirasi, beda beberapa senti dengan jodoh, bisa datang kapanpun dan di manapun kan Jok, jadi jodohku kapan datang? Ehh.

Danau itu hening

Pemburu keheningan garis keras dan sudah memiliki jam terbang tinggi, pasti ngertilah kapan waktunya kita memasuki Danau Unja bagian hening. Sekelebat info, untuk beberapa kalangan, semakin hening itu semakin bagus dan semakin dicari.

Yang pernah, masih atau akan mengukir kisah di danau Unja gak usah senyum-senyum as* gitu. Siapa sih yang bisa menolak pesona-pesona elok berbalut ketenangan yang membuatmu nyaman duduk berlama-lama, apalagi kalau sama pacar atau gebetan. Ahh sudah, dunia bagai milik berdua, yang lain transmigrasi ke Pluto semua.