Hukum

Sidang MK, Ini Kecurangan yang Diungkapkan Menurut Para Saksi

Jun 20, 2019 05:13
Para saksi fakta yang dihadirkan oleh pihak Pemohon Prabowo-Sandi. (ist)
Para saksi fakta yang dihadirkan oleh pihak Pemohon Prabowo-Sandi. (ist)

IMCNews.ID, Jakarta - Sidang MK sengketa Pilpres dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi yang dihadirkan pemohon dilakukan Mahkamah Konstitusi sejak Rabu (19/6/2019 pukul 09.00 WIB.

Dan baru selesai Kamis (20/6/2019) dinihari saat adzan subuh berkumandang. Sidang sendiri berakhir dan akan dilanjutkan hari ini pukul 13.00 WIB dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli pemohon.

Setidaknya ada 15 saksi fakta yang dihadirkan pemohon dari beberapa wilayah seperti bonyolali dan Makassar. Masing-masing saksi mengungkapkan kecurangan versi mereka sendiri dihadapan Hakim MK.

Hairul Anas Suaidi saksi yang dihadirkan pihak Prabowo, dihadapan hakim mengatakan bahwa dirinya melihat TKN mengajarkan kecurangan kepada para saksi 01. 

"Jadi saya adalah caleg dari Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung Paslon 01, kemudian saya ditugaskan hadir dalam pelatihan saksi," ujar saksi Hairul Anas Suaidi.

Empat Napinya Kabur, Kepala Rutan Sungai Penuh Diperiksa

Dalam pelatihan yang digelar beberapa bulan sebelum pemungutan suara di Jakarta itu, Anas mengaku mendapatkan materi pelatihan kecurangan bagian dari demokrasi.

Menurut keponakan mantan hakim MK Mahfud MD itu, materi yang disajikan dirasa mengagetkan dan membuatnya merasa tidak nyaman dalam mengikuti pelatihan itu.

Ia mencontohkan tentang pengerahan aparat untuk kemenangan salah satu pasangan calon yang menurut dia tidak sesuai dengan prinsip demokrasi.

"Terlebih lagi menunjukan gambar orang, tokoh, pejabat, kepala daerah yang diarahkan untuk memberikan dukungan logistik untuk salah satu paslon, ini mengganggu saya hingga pada akhirnya saya membantu 02," ucap Anas.

Saksi lainya, Risda Mandarina mengakui menemukan kotak suara yang dibuka di sebuah gereja di kompleks Pondok Indah Lestari, Desa Parit Baru, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Risda Mardarina adalah Ketua Sekber Satgas Kalimantan Barat yang bertugas untuk mengawal surat suara dari TPS menuju provinsi.

"17 April tengah malam sekitar pukul 12 ada laporan ditemukan di Pondok Indah Lestari, Desa Parit Baru, ada kotak suara dari TPS dibawa dulu ke gereja di Pondok Indah Lestari dan dibuka," katanya Risda saat memberikan kesaksiannya di sidang ketiga di Gedung MK, Jakarta, Rabu malam.

Risda mendapatkan laporan tersebut dari sebuah video yang didapatkannya. Sebelumnya, anggotanya sempat berada di lokasi dan mendokumentasikan kejadian tersebut. Saksi kubu Prabowo-Sandi itu juga mengatakan tidak mengetahui jumlah kotak suara yang dibuka.

Ketika majelis hakim bertanya apakah saksi melaporkannya kepada Bawaslu, saksi tersebut mengatakan tidak sempat melapor karena ia hanya berwenang melapor kepada atasannya di Direktorat Sagas, bukan Bawaslu.

"Saya menunda lapor ke Bawaslu karena sudah malam dan capek jadi saya lapor ke atasan saya," ucapnya.

Saksi- saksi lainya juga ada yang mengaku melihat sendiri petugas KPPS di satu TPS Bonyolali mencobloskan suara suara sebanyak 15 orang. Namun dirinya sendiri tidak melihat nomor berapa yang dicoblos, namun dirinya mengatakan yang jelas 01 menang mutlak di TPS tempat dirinya bertugas tersebut.

Sering Disebut Pemohon, Haris Azhar Menolak jadi Saksi Prabowo-Sandi di MK

Selain itu, Idham saksi yang dihadirkan asal Makassar mengatakan dirinya mendapat banyak data Kecamatan Siluman, DPT Ganda, Pemilih Dibawah Umur, dan NIK Paslu dari DPT yang diberikan DPP Gerindra yang diberikan kepadanya. 

Banyak perdebatan terjadi saat masing - masing pihak memberikan pertanyaan kepada saksi. Meski begitu majelis Hakim bertindak tegas saat pertanyaan dinilai bukan pada ranahnya. (IMC02/ant)


Loading...