03 Januari 2017, 11:21:31 WIB

Polisi Periksa Perdana Menteri Israel Terkait Gratifikasi

Polisi Periksa Perdana Menteri Israel Terkait Gratifikasi
Ilustrasi (Istimewa)

IMCNews.ID, Yerusalem - Polisi Israel memeriksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama tiga jam pada Senin (2/1) mengenai apakah dia secara ilegal menerima hadiah dari pendukung kaya dalam penyelidikan yang mengguncang panggung politik negeri itu.


Para penyidik memeriksa Netanyahu di kediamannya di pusat Yerusalem mengenai "dugaan menerima keuntungan" menurut juru bicara kepolisian tanpa memberikan informasi rinci lain.

Menjelang pemeriksaan, Netanyahu membantah melakukan pelanggaran apa pun dan meminta lawan-lawan politiknya menahan "perayaan."

Kementerian Kehakiman Israel dalam satu pernyataan menyatakan bahwa petugas dari unit anti-korupsi kepolisian melakukan pemeriksaan itu, menambahkan bahwa Netanyahu "diduga menerima hadiah dari pengusaha."

Penyelidikan yang telah lama berlangsung itu ditujukan untuk mengetahui apakah pengusaha Israel dan luar negeri memberikan hadiah senilai puluhan ribu dolar kepada Netanyahu.

Jaksa Agung Avichai Mandelblit dilaporkan menyetujui peningkatan penyelidikan tersebut sebagai penyelidikan kriminal. 

Pada Senin pagi, layar-layar dipasang di gerbang masuk pusat Yerusalem untuk melindungi kedatangan para penyidik.

"Kita mendengar semua laporan media. Kita melihat dan mendengar semangat dan atmosfer pesta di studio-studio televisi dan koridor-koridor oposisi," kata Netanyahu kepada anggota parlemen dari Partai Likud pada Senin dalam video yang diunggah di halaman Facebook dia.

"Saya ingin memberi tahu mereka untuk menunggu melakukan perayaan. Jangan tergesa. Saya kasih tahu dan saya ulang: Tidak akan ada apa-apa karena memang tidak ada apa-apa. Kalian akan terus memompa balon udara panas dan kami akan terus memimpin negara Israel."

Penyelidikan berbulan-bulan

Juli tahun lalu Mandelblit mengungkapkan ia memerintahkan pemeriksaan kasus yang melibatkan Netanyahu. Namun detail mengenai penyelidikan awal tersebut tidak diungkap dan Netanyahu berulang kali menyangkal melakukan pelanggaran. 

Polisi sudah melakukan penyelidikan itu secara rahasia selama sekitar delapan bulan dan baru-baru ini membuat terobosan penting menurut laporan media. Sekitar 50 saksi mata menyatakan telah menjalani pemeriksaan.

Miliarder Amerika Serikat dan Presiden Kongres Yahudi Dunia Ronald Lauder termasuk di antara mereka yang menjalani pemeriksaan mengenai dugaan pemberian hadiah kepada Netanyahu dan tuduhan mengeluarkan dana untuk perjalanan dia menurut laporan media Israel.

Lauder, yang keluarganya merupakan pendiri raksasa kosmetik Estee Lauder, telah lama dilihat sebagai sekutu Netanyahu, yang pada akhir 1990an menempatkan dia sebagai penanggung jawab perundingan dengan Hafez al-Assad yang ketika itu menjadi presiden Suriah.

Netanyahu juga diketahui menerima uang dari taipan Prancis Arnaud Mimran, yang dihukum sampai delapan tahun penjara karena penipuan sampai 283 juta euro yang melibatkan izin perdagangan emisi karbon dan pajaknya.

Kantor Netanyahu menyatakan dia menerima dana 40.000 (sekitar Rp540 juta) sumbangan Mimran pada 2001, ketika dia belum menjabat sebagai perdana menteri, sebagai bagian dari dana untuk kegiatan publik, termasuk perjalanan ke luar negeri guna memromosikan Israel.

Dia juga menjadi sorotan terkait tuduhan memiliki konflik kepentingan dalam pembelian kapal selam dari perusahaan Jerman.

Laporan-laporan media menyebut adanya konflik kepentingan mengenai peran pengacara keluarga Netanyahu, David Shimron, yang juga bertindak sebagai agen perusahaan produsen kapal selam Jerman ThyssenKrupp di Israel.

Di luar masalah-masalah itu, pengawas negara Israel mengeluarkan laporan penting pada Mei mengenai perjalanan-perjalanan luar negeri Netanyahu, beberapa di antaranya bersama istri dan anaknya, antara tahun 2003 dan 2005 ketika dia menjabat sebagai menteri keuangan menurut warta kantor berita AFP.
 
Sumber : (Ab/Antara)

Komentar

Berita Terkini

Indeks
3 jam yang lalu

Empat Perampok di Mandiangin Dibekuk, Satu Pelaku Ditembak

IMCNews.ID, Sarolangun - Empat orang komplotan perampok spesialis kendaraan roda dua dan roda empat di wilayah hukum Polsek Mandiangin diringkus...
4 jam yang lalu

Sidang Pleno Tingkat Kecamatan Tetap Digelar

IMCNews.ID, Sarolangun - Pasca Pemilukada 15 febuari lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sarolangun bakal menggelar pleno penghitungan hasil suara dari...
5 jam yang lalu

36 Peserta Lelang Jabatan Pemkot Jambi Ikuti Tes Assesmen

IMCNews.ID, Jambi - Proses lelang Jabatan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Jambi memasuki babak baru. Sejak kemarin, puluhan para...
5 jam yang lalu

Tim Advokat Madel Laporkan Dugaan Kecurangan Pilkada Sarolangun

IMCNews.ID, Sarolangun - Tim Advokasi paslon nomor urut 1  melaporkan dugaan kecurangan pada Pilkada Sarolangun ke Panwaslu Kabupaten...
5 jam yang lalu

Kekurangan PNS Pemkot Jambi Minta Bantuan TKK

IMCNews.ID, Jambi - Sejak tahun 2012 hingga 2016, hampir 1.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi yang sudah...
15 Oktober 2016 - 19:02:00 WIB Dibaca: 71253 kali

Kompleks WTC Batanghari Ambruk

11 Agustus 2016 - 22:10:30 WIB Dibaca: 38691 kali

Breaking News: Ketua DPRD Sarolangun Ditangkap Nyabu

26 Agustus 2016 - 21:56:00 WIB Dibaca: 35314 kali

Rektor Marah Dan Bubarkan Perpeloncoan di Opspek

24 Mei 2016 - 20:15:09 WIB Dibaca: 33442 kali

Ini Dia, Pahlawan Lalu Lintas Kota Jambi

01 Agustus 2016 - 13:02:11 WIB Dibaca: 33052 kali

Alamak: Usai Nyabu, Ketua PAN Batanghari Ditangkap BNN

22 Oktober 2016 - 17:32:21 WIB Dibaca: 22734 kali

Setelah WTC, Giliran Mall Jamtos Ambruk...

20 Januari 2017 - 03:54:47 WIB Dibaca: 20304 kali

Sidak Lewat Tengah Malam di RSUD RM, Zola Marah-marah

25 Juni 2016 - 22:19:41 WIB Dibaca: 17827 kali

Zola Sampaikan Ngototnya Fasya Ke Kementerian

21 Februari 2017 - 21:30:40 WIB

Sidang Pleno Tingkat Kecamatan Tetap Digelar

21 Februari 2017 - 20:42:56 WIB

Kekurangan PNS Pemkot Jambi Minta Bantuan TKK

21 Februari 2017 - 17:52:22 WIB

Tahun Ini, 254 PNS Kota Jambi Masuki Masa Pensiun