Rajiun Beberkan Ratusan Juta Aset Tanjab Barat Hilang, Kemana?

Rajiun Beberkan Ratusan Juta Aset Tanjab Barat Hilang, Kemana?
Rajiun Sitohang. (Hengky/IMCNews.ID)

IMCNews.ID, Kualatungkal - Ratusan juta aset milik Pemkab Tanjung Jabung Barat menghilang. 

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanjung Jabung Barat, Rajiun Sitohang. 

Total sekitar Rp 200 juta aset milik Pemkab Tanjab Barat itu tidak diketahui keberadaanya hingga kini. Sementara Rp 59 Miliar aset lainnya sedang dalam penelusuran. 

"Sekitar Rp 200 juta lebih (aset hilang). Apakah itu harus dikembalikan atau bagaimana. Nanti kita surati. Letaknya menyebar. Sebelum tanggal 30 Desember 2018 ini harus sudah ada kejelasan," kata Rajiun Sitohang, Rabu (5/12/2018). 

Dikatakan Rajiun, pendataan aset ini dilakukan guna meningkatkan status opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kendati tak berjalan mudah, Rajiun mengatakan sudah memberi batas tenggat waktu pendataan terhadap aset di sejumlah oragnisasi perangkat daerah (OPD)  di lingkup Pemkab Tanjab Barat. 

"Kalau ada yang ngaku aset sudah rusak mana bukti fisik rusaknya. Kita punya tim ganti rugi atas aset negara. Kita surati OPD terkait atau upaya paksa satpol PP untuk ditarik. Dulu kan  ada mobil yang pernah kita tarik, dan sekarang mobil itu di Dinas Kominfo," beber Rajiun.

Begitu juga dengan mobil aset milik Pemkab Tanjab Barat, yang kini hilang bukti fisiknya, karena dampak keributan antar Kabupaten beberapa waktu lalu. 

Kini pihak Pemkab kebingungan menunjukan bukti fisik bahwa mobil itu sudah hancur diamuk massa. 

"Memang gak boleh kita bilang hilang jika belum ada laporan kehilangan. Tapi ya kita harap maklum kondisi saat itu belum seperti sekarang ini pendataan asetnya. Itu sekarang yang sedang kita cari solusinya. Kalau tidak salah itu mobil toyota. itu nanti kita pelajari lah bagaimana caranya," ujar Rajiun. 

Sementara Mainiarni, Kabag Umum DPRD Tanjabbar juga mengaku telah mencoba mencari bukti bahwa aset dirusak. 

"Ya, kami sudah beberapa kali berusaha cari bukti dokumen pengrusakan mobil itu sampai buka kliping-kliping dokumen lama, tapi hasilnya nihil," kata Mainiarni, Kabag Umum DPRD Tanjabbar.

"Bahkan, kami sudah pernah datang ke kantor media di jambi minta kliping pemberitaan beberapa tahun lalu itu, tapi tetap tidak berhasil," tandasnya. (IMC01) 

Reporter : Hengky