Puluhan Miliar Aset Tanjab Barat Tak Tahu Dimana, Ambok Tuo Minta Selesai 15 Desember

Puluhan Miliar Aset Tanjab Barat Tak Tahu Dimana, Ambok Tuo Minta Selesai 15 Desember
Kabag Umum DPRD Tanjabbar saat dijumpai di ruangannya. (Hengky/IMCNews.ID)

IMCNews.ID, Kualatungkal - Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Barat, H. Ambok Tuo memberikan tenggat waktu penyelesaian permasalahan aset yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi selesai 15 Desember mendatang. 

"Jangan ada lagi kesalahan- kesalahan yang bersifat administratif. Karena hal itu akan mendatangkan persoalan yang jauh lebih rumit dan lebih berat bagi kita semua. Artinya dengan kesalahan sedikit saja dalam pengelolaan keuangan dapat menimbulkan berbagai tafsiran termasuk mungkin tuduhan penyelewengan," katanya, Kamis (6/12/2018).

Sebab berdasarkan LHP BPK untuk LKPD Tahun 2017 Pemkab Tanjung Jabung Barat memperoleh opini wajar dengan pengecualian (WDP). 

"Perlu diketahui pengecualiaan itu dikarenakan masih terdapat aset tetap yang tidak diketahui keberadaanya sebesar lebih kurang Rp 59 Miliar," sebutnya. 

"Seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah selaku penguna barang milik daerah, terutama perangkat daerah yang menyumbang temuan tersebut agar segera menyelesaikanya paling lambat tanggal 15 Desember 2018 bulan ini," tegasnya.

Sementara Kepala Bagian Umum DPRD Tanjab Barat, Mainiarni Indriana, dikonfirmasi perihal pendataan ulang aset DPRD Tanjab Barat menegaskan pendataan aset di Sekretariat Daerah (Setda) DPRD Tanjab Barat hampir rampung. 

Dikatakannya, salah satu aset besar yang sebelumnya menjadi kendala adalah keberadaan Mobil Dinas yang pernah dipakai salah satu anggota DPRD Tanjab Barat, Adlisman (Alm). Mobik itu raib hangus dibakar warga saat melewati Desa Berembang, Kecematan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi  yang sedang rusuh saat itu pada Juni 2002 lalu.

Setelah dilakukan penelusuran akhirnya dapat menemukan bukti dokumen peristiwa. Saat itu, kata dia, terjadi kerusuhan di Berembang.

Kerusuhan dipicu kejadian salah seorang Narapidana asal Desa tersebut meninggal di Lapas Kualatungkal. Sehingga keluarga dan massa mengamuk dan  menghadang semua mobil berpelat Tanjab Barat yang melintas di Berembang. 

"Termasuk mobil dinas kita yang lewat hari itu bersama satu mobil dinas Kemenag Kualatungkal yang juga dibakar massa pada waktu hampir bersamaan," terang Mainiarni. 

Diakui Mainiarni, sebelumnya, hampir satu Miliar Rupiah aset milik Sekretariat Dewan Tanjabbar yang belum ditemukan. 

"Namun setelah kita bongkar bongkar gudang ternyata ada beberapa barang elekronik bekas yang sudah rusak belum terdata. Untuk di DPRD bisa dikatakan sudah selesai, karena sudah 99 persen aset sudah kita temukan. Dan mobil yang terbakar itu sedang kami usulkan masuk penghapusan aset," tandasnya. (IMC01) 

Reporter : Hengky