Pilkades Serentak di Batanghari Bakal Tertunda

Pilkades Serentak di Batanghari Bakal Tertunda
Ilustrasi. (ist)

IMCNews.ID, Muara Bulian - Sebanyak 62 desa di Kabupaten Batanghari rencananya akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Rencananya, Pilkades tersebut akan dilaksanakan Maret 2021 mendatang. 

Namun sepertinya rencana tersebut bakal tertunda. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batanghari, M Arif Budiman mengatakan, hal itu disebabkan anggaran yang tersedia hanya cukup dilaksanakan Pilkades dengan kategori e-voting.

"Aturan saat ini kan mengatakan pelaksanaan harus selesai dalam satu hari, sedangkan anggaran hanya cukup dilaksanakan jika menggunakan e-voting. Jika pelaksanaan secara e-voting perangkat kita tidak memadai," katanya. 

Dia menjelaskan, Pilkades secara manual tentu berdampak pada anggaran. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 72 tahun 2020 mengharuskan pemerintah Daerah dalam melaksanakan tahapan Pemilihan Kepala Desa perlu menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah aktifitas yang menimbulkan penyebaran/penularan covid-19 yang membahayakan masyarakat. 

BACA JUGA : Empat Daerah Tunggu Surat MK Tetapkan Calon Kepala Daerah Terpilih

"Jika pelaksanaan Pilkades secara manual dan tetap mengikuti prokes, otomatis anggaran yang ada kurang. Karena pasti butuh surat suara, TPS dan Honor KPPS juga harus ada," tambahnya. 

Dalam Permendagri juga berbunyi setiap TPS paling banyak 500 pemilih. Secara otomatis itu akan menambah TPS dan KPPS secara otomatis honor KPPS juga bertambah. 

"Kita usulkan di Perubahan APBD tahun anggaran 2021. Ya, karena anggaran tidak cukup, mau dak mau diusulkan di Perubahan APBD, bukan karena Recofusing," terangnya. (IMC01)