Nasional

Persekusi Guru Karena Ditegur, Siswa Ini Minta Maaf Sambil Cium Kaki

Feb 10, 2019 10:10
Siswa di Gresik persekusi gurunya karena dilarang merokok di kelas (ist)
Siswa di Gresik persekusi gurunya karena dilarang merokok di kelas (ist)

IMCNews.ID, Gresik - Belum lama ini di media sosial viral video siswa yang mempersekusi gurunya karena ditegur saat merokok dikelas. Video berdurasi 54 detik yang memperlihatkan seorang siswa semena-mena merokok di dalam kelas, dan melakukan tindakan semena-mena terhadap seorang guru.

Dalam video tersebut siswa bersangkutan sempat berusaha melempar guru yang notabenenya adalah guru honorer dengan buku pelajaran, namun tidak sampai mengenai guru tersebut.

Upaya mediasi pun dilakukan. Dan akhirnya siswa tersebut meminta maaf.

Permintaan maaf siswa berinisal AA itu dimediasi langsung Aparat Polisi Sektor (Polsek) Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jatim, yang mempertemukan guru, murid dan orang tua murid di Mapolsek Wiringinom, Minggu  (10/2/2019).

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro dikonfirmasi mengakui mediasi itu memang sengaja dilakukan, sebagai upaya pembinaan. "Kami panggil semua yang terkait, dan ini bukan berarti penindakan, tapi pembinaan," ucapnya dilansir Republika.co.id.

Wahyu mengatakan, kasus itu sepenuhnya ditangani Polsek Wringinanom dan merupakan kejadian pada 2 Februari 2019, namun baru viral pada 9 Februari 2019. Insiden itu viral setelah videonya diunggah di media sosial.

Sementara dalam forum mediasi, siswa AA meminta maaf dengan didampingi kedua orang tuanya. Anak berusia 15 tahun itu hanya terlihat mendudukkan kepalanya.

Sedangkan guru yang sempat dipersekusi, Nur Kalim mengaku menerima permintaan maaf siswanya. Sang siswa sempat mencium kaki sang guru yang sempat dilecehkan tersebut.  "Saya maafkan, dengan sepenuh hati," ujar Nur Kalim. 

Nur Kalim mengatakan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (2/2/2019) pekan lalu, dan bermula saat ia hendak mengajar. Kalim lalu tidak mendapati siswanya di ruangan kelas.

Kemudian guru honorer itu mencari siswa di luar sekolah dan mendapati jika seluruh siswanya berada di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

"Kemudian saya mendatangi lokasi dengan mendobrak pintu warung yang masih tertutup. Seluruh siswa langsung tergopoh keluar. Kemudian saya peringatkan agar segera kembali ke sekolah, karena waktu belajar sudah mulai," tuturnya.

Namun, upaya sang guru itu membuat AA marah dan membuat kegaduhan dengan merokok di kelas dan menggedor bangku ruangan kelas yang kemudian direkam salah satu temannya.

Mulanya AA melampiaskan kemarahan dengan menggedor seluruh bangku ruangan kelas. Kemudian lebih berani lagi, buku mata pelajaran sebagai pegangan Kalim mengajar dibuang oleh AA, namun tidak sampai mengenai badan guru.

Melihat tindakan itu, Kalim yang hanya digaji Rp450 ribu setiap bulannya itu, hanya memperingatkan agar mematikan rokok, namun tak digubris.

 "Sebenarnya saya mulai marah merasa dilecehkan, tapi saya redam. Kalau saya memukul anaknya, perilaku itu sangat tidak terpuji dan bukan cara terbaik untuk mendidik," ujarnya. (IMC02)